Doyan Makan Kimchi dan Tteokbokki, Itu Bagus Buat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kimchi.

    Kimchi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamu pasti tak asing lagi dengan makanan Korea bernama kimchi dan tteokbokki. Kimchi menjadi makanan sehari - hari masyarakat di Negeri Ginseng. Bahkan ketika berfoto, mereka memilih mengucapkan “kimchi” ketimbang “cheese”.

    Baca juga:
    Kimchi, Asin dan Pedas Tapi Bermanfaat untuk Kulit
    Food for The Seoul, Nikmati Menu Korea Langsung dari Asalnya

    Fermentasi dari kol yang dicampur dengan bawang putih, garam, garam, cuka, dan serbuk cabai selalu disajikan menjadi makanan pendamping di setiap menu. Mengutip Health, kimchi ini kaya serat, rendah lemak, dan mengandung vitamin A, B dan C. Namun manfaat terbesar dari kimchi adalah kandungan bakteri baik yakni lactobacilli yang ditemukan dalam makanan fermentasi seperti kimchi dan yogurt.

    Kimchi (pixabay.com)

    Bakteri baik ini melancarkan pencernaan dan menghentikan sampai menghindari infeksi jamur. Selain itu, kimchi memiliki bahan yang dapat mencegah kanker. Kimchi bisa disantap bersama semua masakan, mulai dari sup, pancake, atau sebagai topping pada mie serta pizza.

    Setelah Kimchi, makanan yang populer dari Korea adalah tteokbokki. Hidangan ini merupakan snack pedas dengan bahan dasar beras ketan dan saus cabai. Biasanya tteoboki dicampur dengan eomuk atau fish cake. Menyantap tteokbokki dapat meningkatkan mineral dan esensi dari vitamin ke dalam tubuh.

    Tteokbokki (Antara)

    Tteokbokki juga mengandung selenium yang berguna sebagai anti oksidan serta melindungi tubuh dari radikal bebas. Rice cake pada tteokbokki menjaga metabolisme, vitamin B6 untuk mencegah anemia dengan membuat banyak sel darah merah, dan memproduksi serotonin neurotransmitters guna meningkatkan selera makan dan mood.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.