Saran Dokter buat yang Ingin Merencanakan Kehamilan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suami istri konsultasi ke dokter. huffpost.com

    Ilustrasi suami istri konsultasi ke dokter. huffpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menikah pasangan suami-istri menantikan hadirnya buah hati di tengah mereka. Beberapa ada yang mempersiapkan dengan baik untuk menjalani kehamilan, tapi ada juga yang merencanakan setelah menikah. Contohnya Zaskia Sungkar yang sedang menjalani program kehamilan di Malaysia.

    Merencanakan kehamilan sejatinya dilakukan sejak sebelum menikah. Hal ini karena ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menunjang proses kehamilan. Seperti kondisi tubuh, pemeriksaan laboratorium, dan vaksinasi.

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Ivander Utama, mencontohkan suami atau istri yang mengalami obesitas harus menurunkan berat badan sebelum mulai hamil.

    “Kualitas sperma orang gendut lebih jelek dibanding orang kurus, perempuan yang gemuk siklus haidnya lebih berantakan dibanding yang kurus, semuanya harus dikembalikan dan membutuhkan waktu,” ujarnya kepada Tempo.

    Pemeriksaan darah melalui tes laboratorium juga penting, termasuk beberapa penanda infeksi yang umum, seperti toksoplasma dan torch. Vaksinasi yang harus dilengkapi sebelum hamil, antara lain tetanus, hepatitis B, HPV, MMR, dan Varicella.

    Artikel lain:
    Zaskia Sungkar Jalani Program Kehamilan di Kuala Lumpur
    Pentingnya Merencanakan Kehamilan untuk Cegah Bayi Prematur
    Makanan Sehat selama Kehamilan, Delima sampai Kismis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.