Kamis, 19 Juli 2018

Benarkah Harga di Pameran Pernikahan Dinaikkan Sebelum Diskon?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pro kontra mengenai harga produk di pameran lebih murah atau tidak terus menjadi perdebatan. Ada yang curiga perusahaan melakukan kecurangan, misalnya memberikan diskon besar pada barang yang sudah dinaikkan harganya, memberikan garansi fiktif kepada pelanggan, ataupun memberikan bonus namun mengurangi kualitas barang.

    Baca juga:
    Datang ke Pameran Pernikahan, Ini Tips Bandingkan Vendor
    Kiat Menentukan Siapa yang Diundang ke Acara Pernikahanmu

    Kejadian seperti ini membuat sebagian masyarakat berpandangan negatif terhadap pameran. Meskipun terkadang dinilai negatif, pengunjung pameran tetap membludak bahkan meningkat tiap tahun, terlepas dari apapun tema pameran, diantaranya pameran pernikahan, travel, kerajinan hingga otomotif.

    General Manager PT BRP Ballroom -perusahaan penyedia jasa penyelenggara pernikahan, Sagaf Basry mengatakan di setiap pameran, terutama pameran pernikahan, semua vendor berkompetisi untuk mendapatkan klien sebanyak mungkin sehingga mereka akan memberikan bonus atau diskon khusus selama pameran. Bonus yang ditawakan oleh vendor pernikahan biasanya gratis tambahan porsi katering, diskon foto pre-wedding, hingga gratis baju akad nikah.

    Sebelum memberikan potongan harga atau diskon maupun bonus lainnya kepada calon pelanggan, Sagaf menjelaskan, setiap vendor pernikahan yang ikut pameran tentu sudah menghitung berapa minimal biaya sewa stan pameran dan ketenagaan yang diperlukan.

    Sejumlah pengunjung sedang melihat-lihat gaun pernikahan yang dipamerkan di JCC, Jakarta, Minggu (29/11). Pameran ini bertemakan "Wedding Celebration Festival 2009" yang berlangsung mulai tanggal 27-29 November 2009. TEMPO/Dinul Mubarok

    Dia mencontohkan, stan pameran ukuran 5 x 6 meter dibanderol sekitar Rp 100 juta dan itu menjadi biaya yang mesti 'ditebus' dengan mengejar target kesepakatan dengan klien sebanyak mungkin. "Jadi yang dikejar adalah kuantitasnya, bukan besarnya keuntungan dari setiap kesepakatan," kata Sagaf. "Saya bisa pastikan saat pameran pernikahan, potongan harga atau bonus yang diberikan vendor itu benar-benar nyata, bukan rekayasa."

    Lalu bagaimana memastikan apakah bonus yang ditawarkan vendor pernikahan hanya diberikan saat pameran dan berbeda dari hari - hari biasa?

    Menurut Sagaf, pengecekan ini sangat mudah dilakukan. Calon pengantin cukup menghubungi vendor pada hari biasa atau di luar hari pameran untuk mengecek harga layanan mereka. Calon klien juga bisa meneliti harga di situs resmi vendor untuk membuktikan bahwa promo atau bonus di pameran memang benar.

    Selain mendapatkan bonus dan potongan harga, pameran pernikahan juga dapat menghemat waktu bagi calon pengantin untuk menjelajahi berbagai vendor. Melalui pameran, calon pengantin dapat mencoba makanan dari sejumlah jasa penyedia layanan pernikahan, mencari vendor busana atau riasan yang sesuai, hingga penyedia jasa pendukung pernikahan, seperti foto, hiburan, dekorasi, undangan, dan suvenir, dalam satu waktu. "Kalau tidak ada pameran, bayangkan berapa banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan oleh calon pengantin untuk mendatangi kantor vendor dan mencobanya satu per satu,” ujar Sagaf.

    DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.