Penjelasan tentang Sindrom Dandy Walker

Adam Fabumi. Instagram/@Adamfabumi

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini media sosial dikejutkan dengan kabar bayi Adam Fabumi yang meninggal dunia pada Rabu 22 November 2017 karena sindrom Dandy Walker. Penyakit ini diderita Adam sejak dalam kandungan, yakni pada usia 5 bulan.

Baca juga:
Mengenal Sindrom Dandy Walker yang Diderita Adam Fabumi

Cerita perjuangan Adam melawan penyakit langka ini diunggah oleh orangtuanya melalui intagram @adamfabumi. Perjuangan Adam dan orang tuanya ini pun menginspirasi banyak orang dan selebriti. Bahkan grup musik RAN dan Yura Yunita sempat melakukan projek bersama bertajuk “Melawan Dunia” yang terinspirasi dari perjuangan Adam.

Sindrom Dandy Walker adalah penyakit langka bawaan malformasi otak. Sindrom Dandy Walker adalah malformasi bawaan sejak lahir pada bagian belakang otak yang mengendalikan gerak karena daerah sekitar otak penuh dengan cairan. Ciri utama sindrom ini adalah pembengkakan pada pembuluh yang berfungsi mengalirkan cairan.

Akibatnya, terjadi pembesaran ruang cairan di sekitar otak dan meningkatnya tekanan dalam otak. Sindrom ini bisa muncul secara dramatis atau berkembang tanpa terdeteksi. Gejalanya sering terjadi pada permulaan masa bayi, termasuk perkembangan motorik yang terlambat dan pembesaran kepala secara bertahap.

Karena otak kecilnya tak tumbuh, anak dengan sindrom Dandy Walker kemungkinan akan lumpuh dan menderita banyak masalah lain. Anak yang terkena sindrom ini pun biasanya rewel, sering muntah, dan kejang. Selain itu, ciri sindrom ini adalah kurangnya koordinasi otot atau mata bergerak tidak normal. Gejala lainnya, peningkatan ukuran lingkaran kepala, tonjolan di bagian belakang tengkorak, masalah pernapasan abnormal, dan masalah pada saraf yang mengendalikan mata, wajah dan leher.

Sindrom Dandy-Walker terkadang dikaitkan dengan gangguan pada area lain dari sistem saraf pusat, termasuk tidak adanya area yang terdiri dari serabut saraf yang menghubungkan dua belahan otak atau corpus callosum dan malformasi jantung, wajah, tungkai, jari tangan dan jari kaki.

Sedangkan efek sindrom Dandy Walker terhadap perkembangan intelektual bervariasi. Beberapa anak memiliki kognisi normal dan yang lainnya tidak pernah mencapai perkembangan intelektual normal bahkan ketika penumpukan cairan berlebih diatasi sejak dini dan benar. Panjang umurnya anak tergantung pada tingkat keparahan sindrom dan malformasi.

Pengobatan untuk individu dengan sindrom Dandy Walker umumnya terdiri dari pengobatan untuk masalah terkait dan jika diperlukan. Prosedur pembedahan yang disebut shunt kemungkinan diperlukan untuk menghilangkan kelebihan cairan di dalam otak untuk mengurangi tekanan di dalam tengkorak dan meredakan gejala yang muncul. Pengobatan juga mencakup berbagai bentuk terapi dan pendidikan khusus.

Sindrom Dandy Walker pertama kali dijelaskan oleh Dandy dan Blackfan pada tahun 1914. Sejak saat itu berbagai penemuan lainnya menemukan berbagai ciri morfologis sindrom ini. Hingga pada tahun 1954, C. Benda pertama kali menekankan bahwa atresia forklusi cerebellar bukanlah ciri penting dari sindrom Dandy Walker dan memberikan pemahaman terkait penyakit ini secara lebih detail.

DWI NUR SANTI | NUR ALFIYAH | NIDS | MEDSCAPE






Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

8 Februari 2021

Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

Punya hewan peliharaan memang menghibur. Tapi awas, mereka juga bisa menularkan penyakit kepada pemiliknya.


Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

8 Februari 2021

Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

Banjir selalu menyisakan berbagai masalah, bukan hanya kotoran dan lumpur tapi juga beragam penyakit akibat virus dan jamur.


Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

7 Februari 2021

Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

Rektor Paramadina, Firmanzah, wafat karena vertigo. Penyakit ini banyak dialami orang tapi kurang dipahami bahayanya.


Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

7 Februari 2021

Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

Dokter mengatakan membangkitkan rasa gembira dan bahagia merupakan cara efektif serta mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke.


Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

6 Februari 2021

Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

Dokter menjelaskan penyebab penyakit kanker dan faktor pemicu yang sebenarnya bisa dihindari, termasuk memilih gaya hidup sehat.


Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

2 Februari 2021

Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berada di tengah masyarakat dan lini terdepan pelayanan kesehatan pun harus paham deteksi dini kanker payudara.


Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

2 Februari 2021

Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

Pakar mengingatkan perlunya mengenali gejala kanker payudara lebih dini untuk menurunkan risiko keparahan penyakit dan mempercepat penyembuhan.


5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

25 Januari 2021

5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

Indonesia mengalami kenaikan jumlah prevalensi penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi. Penyakit apa saja itu?


Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

24 Januari 2021

Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

Jangan samakan GERD dengan radang usus kronis atau IBD meski sama-sama menyerang lambung. Simak penjelasan pakar berikut.


Dokter Ungkap Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Suntik Vaksin Covid-19

24 Januari 2021

Dokter Ungkap Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Suntik Vaksin Covid-19

Dokter mengatakan kandidat penerima vaksin Covid-19 harus memenuhi sejumlah kriteria yang mencakup usia 18-59 tahun dan berada dalam kondisi fit.