Beauty Is Pain, Tidak Lagi Kalau Pakai Terapi Enzim

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meisya Siregar melakukan perawatan wajah dengan enzim di DMK Cosmetics Jakarta, Kamis, 23 November 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    Meisya Siregar melakukan perawatan wajah dengan enzim di DMK Cosmetics Jakarta, Kamis, 23 November 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Beauty is pain. Kalimat ini sering kita dengar untuk menggambarkan kalau ingin terlihat cantik, maka kamu harus siap merasakan sakit ketika melakukan perawatan. Rasa nyeri sampai otot wajah kaku dan mati rasa kerap dialami mereka yang melakukan beberapa perawatan kecantikan dengan menggunakan jarum suntik atau operasi.

    Baca juga:
    Demi Wajah seperti Kim Kardashian, Millendaru: Beauty Is Pain

    Managing Director DMK Skin Care and DMK Cosmetics Indonesia, Muchtar Tjia mengatakan istilah 'beauty is pain' tak berlaku lagi jika melakukan perawatan kecantikan menggunakan enzim. "Tubuh kita tidak akan menerima hal-hal yang tidak mereka kenali, karena itu terkadang botox atau filler akan terasa sakit dan terlihat aneh karena kita tidak tahu bagaimana wajah akan bereaksi," ujarnya di Jakarta, Kamis 23 November 2017.

    Muchtar Tjia menjelaskan perawatan wajah dengan enzim dan bahan-bahan alami lain juga dapat membuat wajah terlihat segar, muda, dan tanpa rasa sakit. Dengan perawatan wajah menggunakan enzim, kulit akan langsung menerima karena enzim bukan zat asing untuk tubuh manusia. Karena itu pula, dia melanjutkan, perawatan ini tidak memiliki efek samping.

    Pada dasarnya, menurut Muchtar Tjia, tubuh memiliki jumlah enzim yang cukup banyak untuk membentuk kolagen. Kolagen sangat diperlukan supaya kulit kencang dan kenyal. Namun produksi kolagen terhambat karena polusi, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan lain-lain.

    (Kiri ke kanan) Imelda Muchtar Tjia (DMK Director Educator), Muchtar Tjia (DMK Indonesia Managing Director), Dr. Danne Montague-King (Pendiri DMK), Meisya Siregar (Artis) di DMK Cosmetics Jakarta, Kamis, 23 November 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    Sebab itu, Muchtar Tjia melanjutkan, perawatan wajah dengan enzim mampu mengembalikan kesehatan kulit melalui peningkatan produksi kolagen dan memperlancar sirkulasi oksigen pada kulit. Selain itu, perawatan kecantikan dengan enzim ini, kata dia, merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit sekaligus mengikis sel kulit mati.

    Terapi enzim ini dilakukan dalam empat tahap, mulai dari pembersihan, detoksifikasi kulit, mengeluarkan komedo dengan cara yang tidak menyakitkan, masker supaya kulit lebih cerah, dan terakhir masker enzim. "Kami menerapkan beberapa tahapan dalam proses ini untuk mengetahui bagaimana reaksi kulit," ujar Muchtar Tjia.

    Biasanya reaksi yang dialami mereka yang menjalani perawatan kecantikan enzim ini adalah kulit terasa agak panas pada saat treatment berlangsung. "Tapi tidak sampai merasa kesakitan,” ucap Muchtar Tjia. Masker enzim terbuat dari inti enzim cangkang telur. Penggunaan masker ini juga hanya membutuhkan waktu 30-45 menit, dan langsung terlihat hasilnya dari pertemuan pertama. Kulit terasa lebih kencang dan segar.

    Meisya Siregar melakukan perawatan wajah dengan enzim di DMK Cosmetics Jakarta, Kamis, 23 November 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    Untuk kondisi kulit wajah yang membutuhkan penanganan ekstra, Muchtar Tjia menyarankan kembali lagi untuk melakukan perawatan seminggu kemudian. Adapun biaya perawatan dengan enzim ini mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 1,9 juta untuk satu kali pertemuan tergantung jenis dan tahapannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.