Penderita Kanker Payudara Semakin Muda, Waspadalah sejak Dini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorang pasien diperiksa payudarahnya menggunakan alat mammogram saat pemeriksaan kanker di Paoli-Calmette institute, 9 Oktober 2017.  AFP PHOTO / ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

    Sorang pasien diperiksa payudarahnya menggunakan alat mammogram saat pemeriksaan kanker di Paoli-Calmette institute, 9 Oktober 2017. AFP PHOTO / ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker payudara dapat menyerang siapa saja dan di umur berapa saja. Namun anak muda Indonesia masih banyak yang belum tahu banyak mengenai penyakit tersebut. Karena itu, sangat penting untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan edukasi mengenai kanker payudara, terutama cara untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

    “Survei membuktikan kalau pasien kanker payudara itu semakin muda dan pasien yang datang berobat ke dokter 80 persen kondisi payudara sudah rusak, sudah terlambat,” ujar Madelina Mutia, Pendiri Love Pink, organisasi yang bekerja untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara, Selasa, 21 November 2017. Baca juga: Memahami 4 Tahap Perjalanan Kanker Payudara

    Mutia juga menceritakan kalau ada anak berumur 9 tahun yang sudah terdiagnosis menderita kanker payudara dan remaja 14 tahun yang harus diangkat payudaranya karena kanker sudah menyebar. Karena itu, orangaisasi Love Pink terus bekerja untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara, dan mendorong masyarakat untuk rutin melakukan SADARI.

    SADARI adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Melalui edukasi di berbagai acara dan melalui sosial media, organisasi Love Pink ingin memberikan edukasi ke seluruh masyarakat Indonesia. Namun melihat tren pasien penyakit kanker payudara semakin muda usianya, Love Pink juga fokus ke para pemuda untuk mulai melakukan SADARI.

    Organisasi ini mendemonstrasikan cara melakukan SADARI di berbagai kampus, dan memberikan edukasi lebih lanjut mengenai kanker payudara. “Lakukan setiap bulan, tujuh hari setelah hari pertama menstruasi. Jadi dihitung dari hari pertama, bukan tujuh hari setelah menstruasi selesai,” jelas Mutia. Baca juga: SADARI Tak Cukup, Cegah Kanker Payudara sejak Dini dengan SADANIS

    Love Pink juga bukan satu-satunya organisasi yang meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara. Srikandi dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia juga berjuang untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara, terutama di kalangan anak muda.

    Dalam inisiatif yang dibuat oleh Heritage Millennials, sebuah perusahaan yang menawarkan layanan investasi dan penasihat keuangan, ketiga organisasi tersebut meluncurkan gerakan ‘Millennial Goes Pink’ dan mengajak generasi milenial untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kanker payudara dan untuk mulai melakukan SADARI secara rutin sebagai cara antisipasi kanker payudara. Artikel terkait: 5 Tip Merawat Kecantikan buat Penyintas Kanker Payudara

    “Dari gerakan ini kita berharap lebih banyak anak-anak muda yang paham mengenai kanker payudara. Selanjutnya, kami juga sudah berencana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat miskin,” ujar Tania Nordina, ketua Heritage Millennials Marketing and Communications. Melalui inisiatif ini, Tania berharap seluruh rakyat Indonesia akan lebih sadar mengenai kanker payudara.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.