Senin, 28 Mei 2018

Lagu yang Didengar Anak Pengaruhi Kompetensi Verbal dan Sosial

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar bernyanyi. shutterstock.com

    Ilustrasi anak belajar bernyanyi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak - anak sekarang memiliki akses untuk melihat dan mendengar segala sesuatu yang tidak sesuai dengan usianya. Karena perkembangan teknologi, orang tua juga kesulitan mengawasi apa yang dilihat dan didengar anak - anak mereka, terutama di ruang publik.

    Baca juga:
    Alasan Anak Menyukai Lagu Dewasa
    Ajarkan Budi Pekerti pada Anak Lewat Film Musikal

    Seperti Ibunya, Anak Widi Mulia Juga Pandai Menyanyi dan Main Gitar

    Kepala Sekolah Dasar Gemala Ananda, Jasmin Jasin mengatakan salah satu unsur yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah lagu atau musik. Setiap nada dan lirik yang didengar anak akan berdampak besar pada pertumbuhannya. Jika anak terus mendengarkan lagu yang dengan lirik yang tidak layak mereka dengar, menurut Jasmin, maka akan mempengaruhi kompetensi verbal dan sosial.

    “Misalnya anak mendengarkan lagu dengan lirik vulgar atau membicarakan urusan orang dewasa, mereka itu tidak tahu apa makna dari sesuatu yang didengar dan diucapkan karena hanya ikut - ikutan," kata Jasmin di acara "Membangun Generasi Kreatif Melalui Pendidikan Musik dan Lagu Anak" di @America di Jakarta, Rabu 22 November 2017.

    Jasmin melanjutkan, kemampuan verbal dan sosial anak yang sering mendengarkan lagu dewasa dengan lagu yang sesuai usianya tentu berbeda. Lagu anak biasanya menceritakan kebaikan dan bisa menjadi tuntutan buat anak. Sebab itu, musik atau lagu untuk anak bisa membantu perkembangan anak ke arah positif sejak kecil.

    Pengalaman anak dengan musik atau lagu, menurut Jasmin, dapat menguatkan kompetensi verbal yang menjadi akar dari kompetensi sosial. Pembelajaran seni musik dapat meningkatkan keterampilan belajar, mulai dari komunikasi, kolaborasi, dan cara berpikir kritis. Karena itu, Jasmin mengajak orang tua untuk berperan aktif untuk mengajak anak-anak mencintai musik sesuai usia mereka.

    Jika di lingkungan sekitar belum ada lagu yang layak diperdengarkan buat mereka, maka Jasmin menyarankan orang tua membuat musik sendiri dengan pesan positif menggunakan nada musik lain. Bila anak-anak dibiasakan mendengarkan musik tersebut, maka pesannya pun akan mudah diingat.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.