Sebab Risiko Sakit Jantung Meningkat Setelah Menopause

Ilustrasi menopause. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit kardiovaskular atau sakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia dan di Indonesia. Diperkirakan 17,5 juta orang meninggal karena penyakit jantung pada 2005, dan 50 persen di antaranya adalah perempuan.

Baca juga:
Menopause Dini Membayangi Wanita Berbadan Ceking
Olahraga Angkat Beban Baik untuk Wanita Menopause
Peregangan Sebelum Tidur Bantu Atasi Gejala Menopause

Penyakit jantung dan stroke adalah penyebab kematian tertinggi pada perempuan, melebihi kanker, tuberkulose, dan HIV/AIDS. Sebanyak 1 dari 4 perempuan meninggal karena penyakit jantung, sedangkan 1 dari 9 perempuan meninggal karena kanker payudara, dan 1 dari 18 perempuan meninggal karena kanker selain kanker payudara.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Jetty H. Sedyawan mengatakan wanita sebenarnya lebih kuat terhadap penyakit jantung dibandingkan pria. "Sebelum menopause, perbandingan wanita dan laki-laki dengan penyakit jantung adalah 1:8, tapi setelah menopause perbandingannya menjadi sama,” kata Jetty di Jakarta.

Musababnya, sebelum menopause perempuan dilindungi oleh hormon estrogen. Hormon estrogen membuat pembuluh darah lebih lentur. Selain itu, profil lemak dalam tubuh juga masih bagus, sehingga kolestrol baik lebih tinggi daripada kolestrol jahat.

Namun setelah menopause, produksi hormon estrogen menurun sehingga penyakit jantung meningkat pada perempuan yang telah menopause. “Kalau dikatakan perempuan yang lemah, salah. Karena sebelum menopause pembuluh darah perempuan itu kuat, setelah menopause justru selamah pria,” ujar Jetty.

Ilustrasi wanita sakit jantung atau sakit memegang bagian dada. shutterstock.com

Di sisi lain, gaya hidup masyarakat, khususnya perempuan, saat ini turut meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi makanan cepat saji secara berlebih, stres dan kurang berolahraga menjadi pemicu perempuan sebelum menopause memiliki kesempatan yang sama dengan pria terhadap risiko terkena penyakit jantung.

Menurut Jetty, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah kunci untuk menghindari penyakit jantung. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur pola makan yang sehat, hindari stres, dan rutin melakukan aktivitas fisik setidaknya seminggu 4 kali selama 30 menit.

“Aktivitas fisik bisa dengan olahraga terstruktur seperti ke fitness atau berenang. Tapi bagi yang tidak punya waktu maupun uang, cukup jalan kaki 4 kali seminggu selama 30 menit untuk melatih jantung,” tambah Jetty.

DWI NUR SANTI






5 Tahun Jonghyun Tewas karena Karbon Monoksida, Ini 4 Kelompok yang Berisiko Tinggi Hirup CO

17 jam lalu

5 Tahun Jonghyun Tewas karena Karbon Monoksida, Ini 4 Kelompok yang Berisiko Tinggi Hirup CO

Lima tahun lalu bintang Kpop Jonghyun ditemukan tewas keracunan karbon monoksida. Siapa saja kelompok yang rentang menghirup CO?


Trik untuk Bantu Wanita Menopause Mudah Tidur Menurut Studi

1 hari lalu

Trik untuk Bantu Wanita Menopause Mudah Tidur Menurut Studi

Para peneliti penasaran apakah pijat kaki bisa meningkatkan mood dan kualitas tidur, yang kerap melanda saat menopause.


Jangan Anggap Remeh, Berikut Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

2 hari lalu

Jangan Anggap Remeh, Berikut Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) sangat berbahaya untuk bayi yang baru lahir.


Ragam Penyebab yang Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

3 hari lalu

Ragam Penyebab yang Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Dokter mengatakan gaya hidup kurang bergerak, makanan banyak mengandung lemak, serta banyak merokok bisa meningkatkan faktor risiko penyakit jantung.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

4 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Penyebab Penyakit Jantung Bawaan dan Gejalanya

4 hari lalu

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan dan Gejalanya

Dokter menjelaskan gejala penyakit jantung bawaan pada bayi dan anak. Apa saja pemicunya?


Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

4 hari lalu

Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

Top 3 dunia pada 22 September 2022, di urutan pertama unjuk rasa yang dilakukan perempuan Iran untuk memprotes ketatnya aturan berjilbab di negara itu


Naomi Watts Luncurkan Merek Kesehatan untuk Perempuan Menopause

4 hari lalu

Naomi Watts Luncurkan Merek Kesehatan untuk Perempuan Menopause

Naomi Watts ingin menghapus stigma menopause yang masih sering dianggap tabu.


Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Capai USD 135 Miliar pada 2025, Asalkan...

4 hari lalu

Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Capai USD 135 Miliar pada 2025, Asalkan...

Angela Tanoesoedibjo menyatakan peran perempuan dalam UMKM masih menghadapi tantangan, salah satunya dalam permodalan.


Paulina Porizkova Kerja Keras Menjaga Kebugaran Setelah Menopause

5 hari lalu

Paulina Porizkova Kerja Keras Menjaga Kebugaran Setelah Menopause

Paulina Porizkova berbicara tentang tantangan untuk tetap bugar seiring bertambahnya usia