Risiko Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil dan Bayi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang dialami oleh ibu hamil. Menurut data International Diabetes Federation, 1 dari 7 kelahiran dipengaruhi oleh diabetes melitus gestasional. Diabetes gestasional merupakan gangguan toleransi karbohidrat yang mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Diabetes ini bersifat sementara dan hanya terjadi pada ibu hamil.

    Baca juga:
    Rutin Periksa Kehamilan Cegah Diabetes Gestasional
    Dua dari Lima Perempuan Usia Produktif Kena Diabetes
    Mendadak Diabetes Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

    Di Indonesia, 1 sampai 14 persen kehamilan disertai dengan diabetes gestasional. Selain itu, frekuensi diabetes melitus pada kehamilan dan diabetes gestasional yang tidak terdiagnosis sebanyak 10 sampai 25 persen dari semua kehamilan di Indonesia. Hal ini membuat angka sakit dan kematian ibu dan bayi meningkat.

    Kendati diabetes gestasional bersifat sementara, bukan berartinya ibu bisa menyepelekan penyakit ini. Ada berbagai komplikasi dan risiko akibat diabetes gestasional bagi ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik.

    RISIKO BAGI IBU
    - Preeklamsiaa atau Eklamsia
    Preeklamsia adalah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Eklamsia adalah komplikasi berat preeklamsia. Kondisi ini jarang terjadi namun cukup serius karena dapat menyebabkan hilangnya kesadaran hingga kejang akibat tekanan darah tinggi.

    Ilustrasi ibu hamil makan cokelat. thestir.cafemom.com

    - Komplikasi persalinan
    Risiko Diabetes melitus atau diabetes tipe 2 di kemudian hari. Lebih dari 50 persen ibu hamil dengan diabetes gestasional rentan menderita diabetes tipe 2 yang umumnya terjadi pada 5 – 10 tahun setelah melahirkan.

    RISIKO PADA BAYI
    - Makrosomia atau ukuran bayi besar ketika lahir dengan berat lebih dari 4 kilogram

    - Distosia bahu adalah keadaan di mana setelah kepala dilahirkan, bahu anterior tidak dapat melewati jalan lahir karena ukuran bayi yang besar.

    - Stillbirth, yakni bayi yang meninggal ketika lahir setelah 24 minggu masa kehamilan.

    Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    - Bayi lahir prematur

    - Pertumbuhan janin terhambat

    - Hipoglikemia atau kondisi gula darah rendah pada saat lahir.

    - Hiperbilirubinemia, kondisi bayi kuning setelah lahir

    - Hipokalsemia, kondisi di mana konsentrasi kalsium dalam darah rendah, kurang dari 8,8 mg/dL darah.

    Diabetes gestasional bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak sebelum hamil. Atur pola makan dengan memperbanyak konsumsi serat, sayuran, dan buah-buahan, rutin melakukan aktivitas fisik, setidaknya 30 menit sehari selama 4 kali seminggu, serta menjaga peningkatan beran badan selama hamil. Peningkatan berat badan pada ibu hamil idealnya 7 sampai 18 kilogram.

    Jika bobot ibu hamil melewati batas itu, sebaiknya turunkan berat badan karena obesitas menjadi salah satu faktor risiko diabetes. Selain itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah sebelum hamil.

    DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.