Punya Teman Pelakor: Serba Salah dan Muak, Harus Bagaimana?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jennifer Dunn menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena dianggap sebagai pelakor. Jennifer Dunn diketahui menjalin hubungan dengan Faisal Harris yang telah berkeluarga. Pada Sabtu, 18 November 2017, putri Faisal Harris, Shafa Harris melabrak Jennifer Dunn di sebuah pusat perbelanjaan.

    Baca juga:
    Psikolog : 7 Alasan Mengapa Seseorang Selingkuh
    3 Alasan Anda Bakal Menyesal Jika Ngamuk ke Pelakor
    Pelakor atau Valakor, Istilah Baru buat Pemicu Keributan

    Ketika itu, Shafa langsung mendorong dan berkata-kata kasar kepada Jennifer Dunn dalam bahasa Inggris. Jennifer Dunn mencoba menenangkan, namun Shafa justru menjambak rambutnya. Jennifer Dunn kemudian menelepon seseorang yang diduga adalah Faisal Harris. Mengetahui itu, Shafa tak takut, dia malah ikut nimbrung dan mengatakan sedang bersama Jennifer Dunn.

    Mengutip sebuah artikel konsultasi di Tabloidbintang, seseorang yang mengaku memiliki teman seorang pelakor merasa serba salah dengan ulah temannya itu. Dia mengaku muak dengan cerita bagaimana temannya tadi menarik perhatian pria lain yang sudah beristri dan punya tiga anak.

    "Mendengar itu, timbul rasa risi berteman dengan dia, karena saya juga punya pengalaman perselingkuhan dari orang tua saya yang berakhir dengan perceraian," tulisnya. "Saya merasa risi karena membayangkan perasaan istri dari pacar teman saya itu."

    Ekspresi Artis Jennifer Dunn saat menjawab pertanyaan awak media di gedung KPK, Jakarta, (14/2). Jennifer Dunn mengakui mobil Toyota Vellfire dengan nomor polisi B 510 JDC yang disita KPK Rabu lalu merupakan pemberian Chaeri Wardana. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Perempuan itu mengaku sudah menasihati temannya agar tak merusak rumah tangga orang lain atau jangan menjadi pelakor. Meski sadar kelakuannya salah, temannya itu tak bisa menghentikan perbuatannya, hingga dia dilabrak oleh keluarga pacarnya.

    Menanggapi persoalan itu, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti menyarankan siapapun agar mendahulukan kebenaran. Artinya, nyatakan kekecewaan kepada teman tadi dan ceritakan pengalaman pribadi, bagaimana rasanya menjadi anak dari orang tua yang berselingkuh.

    "Ajak teman untuk melihat dari sudut pandang lain, yakni dari anak-anak pacarnya. Lalu nyatakan dengan tegas Anda tidak bisa menoleransi pilihan hidupnya sebagai pelakor," ujar Anggia. Jika teman tetap pada keputusannya, maka sampaikan kalau Anda akan menjauh. Namun bukan berarti membenci secara pribadi, melainkan benci pada keputusan yang diambilnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.