Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Reporter

ilustrasi sesak napas. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronis progresif yang membuat penderita sulit bernapas karena keterbatasan aliran udara. Penyakit ini umumnya dianggap tidak dapat disembuhkan dengan pilihan pengobatan yang sangat terbatas untuk perawatan dan pecegahan agar kondisi tidak semakin buruk.

Selain itu, PPOK merupakan salah satu penyakit yang paling umum, tidak terdiagnosis dengan baik, mengakibatkan kelemahan otot dan mahal penangannya. Sebanyak 210 juta orang di seluruh dunia diperkirakan menderita PPOK tapi kurang dari setengahnya yang didiagnosis.

Penyakit ini diperkirakan menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga pada 2020, setelah jantung dan stroke. Tanda dan gejalanya antara lain, batuk kronis yang berlangsung selama beberapa minggu, susah bernapas, produksi dahak, menginitis, dan sesak di dada.

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko utama. Polusi udara, terpapar partikel atau gas berbahaya dari bahan bakar biomassa juga dapat meningkatkan risiko PPOK. Penyakit ini berkembang perlahan dan menjadi lebih jelas atau terlihat setelah berusia 40 atau 50 tahun.

PPOK dapat didiagnosis dengan melakukan spirometri. Dalam tes ini, sesorang diminta untuk meniup kuat pada sebuah mesin. Mesin ini menganalisis jumlah udara yang disembuhkan dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukanya.

Artikel lain:
3 Jenis Nyamuk yang Paling Bandel dan Mewabah
Fungsi Usus Buntu Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Jawabannya
Inilah Penyebab Utama Kematian di Dunia






Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

8 Februari 2021

Punya Hewan Peliharaan, Awas Tertular Penyakit Berikut

Punya hewan peliharaan memang menghibur. Tapi awas, mereka juga bisa menularkan penyakit kepada pemiliknya.


Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

8 Februari 2021

Banjir Lagi, Waspadai Penyakit Akibat Virus dan Jamur Berikut

Banjir selalu menyisakan berbagai masalah, bukan hanya kotoran dan lumpur tapi juga beragam penyakit akibat virus dan jamur.


Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

7 Februari 2021

Mengenal Vertigo, Penyakit Penyebab Wafatnya Rektor Paramadina

Rektor Paramadina, Firmanzah, wafat karena vertigo. Penyakit ini banyak dialami orang tapi kurang dipahami bahayanya.


Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

7 Februari 2021

Cegah Stroke dengan Selalu Gembira dan Aktif

Dokter mengatakan membangkitkan rasa gembira dan bahagia merupakan cara efektif serta mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke.


Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

6 Februari 2021

Hindari Faktor Pemicu Kanker, Dokter Beri Saran

Dokter menjelaskan penyebab penyakit kanker dan faktor pemicu yang sebenarnya bisa dihindari, termasuk memilih gaya hidup sehat.


Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

2 Februari 2021

Pentingnya Peran Bidan sebagai Garda Terdepan Deteksi Kanker Payudara

Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berada di tengah masyarakat dan lini terdepan pelayanan kesehatan pun harus paham deteksi dini kanker payudara.


Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

2 Februari 2021

Sering Terlambat Terdeteksi, Ini Pesan Pakar tentang Kanker Payudara

Pakar mengingatkan perlunya mengenali gejala kanker payudara lebih dini untuk menurunkan risiko keparahan penyakit dan mempercepat penyembuhan.


5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

25 Januari 2021

5 Penyakit dengan Kasus Kematian Tertinggi yang Perlu Diwaspadai

Indonesia mengalami kenaikan jumlah prevalensi penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi. Penyakit apa saja itu?


Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

24 Januari 2021

Radang Usus Kronis dan GERD Tak Sama, Pakar Jelaskan Bedanya

Jangan samakan GERD dengan radang usus kronis atau IBD meski sama-sama menyerang lambung. Simak penjelasan pakar berikut.


Dokter Ungkap Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Suntik Vaksin Covid-19

24 Januari 2021

Dokter Ungkap Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Suntik Vaksin Covid-19

Dokter mengatakan kandidat penerima vaksin Covid-19 harus memenuhi sejumlah kriteria yang mencakup usia 18-59 tahun dan berada dalam kondisi fit.