Mau Belanja Alat Makan Porselen, Simak Kiat dan Cara Merawatnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peralatan makan warna biru. partydekoworld.de

    Ilustrasi peralatan makan warna biru. partydekoworld.de

    TEMPO.CO, Jakarta - Peralatan makan berbahan porselen memiliki daya tarik tersendiri karena bentuk dan warnanya. Tak sedikit yang dihiasi dengan motif menarik dan bervariasi. Agar tidak terkecoh ketika hendak belanja peralatan makan jenis ini, ada satu hal yang perlu diperhatikan.

    Baca juga:
    Trik Mengekang Nafsu Belanja saat Ada Diskon Besar
    Survei MatahariMall Buktikan Perempuan Lebih Jeli Belanja

    Menurut Managing Director PT Indo Porcelain, Vivi Angara alat makan porselen yang berkualitas baik dapat dilihat dari penampilannya. “Porselen berkualitas bagus dapat dilihat dari permukan yang halus, smooth galzingnya, desain ada yang kasar, timbul, dipegang kasar” ujarnya seusai peluncuran koleksi Blue Moon di Jakarta, Kamis 16 November 2017.

    Proses pembakaran yang tinggi membuat desain menyatu dengan porselen sehingga terasa halus ketika disentuh. Selain itu, tidak bengkok, tidak ada cacat, atau bintik-bintik. Dengan pembakaran 1350 derajat celcius, porselen termasuk perangkat makan yang kuat dan tidak mudah pecah.

    Ilustrasi piring makan. shutterstock.com

    Kualitas porselen yang kurang baik dapat terlihat ketika dimasukkan ke dalam microwave. “Barang masuk ke microwave kemudian ada retak itu berarti ringkih dan bahannya tidak kuat,” ujar Vivi. Tidak hanya itu, ketika bersentuhan dengan piring lainnya, akan mudah gompal.

    Sedangkan untuk perawatannya, Vivi menambahkan, alat makan porselen tidak membutuhkan perawatan khusus. Alat makan porselen dapat dibersihkan seperti peralatan makan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara