Ayu Laksmi Tetap Ramping dan Fit di Usia 49, Rahasianya Ubi Ungu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Ayu Laksmi menghibur penonton, dalam pertunjukan bertajuk

    Penampilan Ayu Laksmi menghibur penonton, dalam pertunjukan bertajuk " Live Theatrical Music Performance Ayu Laksmi - Svara Semesta " di Nu Art Sculpture Park, Bandung, 28 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi, penari, sekaligus aktris Ayu Laksmi tetap bugar dan langsing meski usianya hampir setengah abad. Pemain Ibu dalam film Pengabdi Setan ini mengatakan selalu menjaga kondisi tubuh dengan mengatur porsi makan dan rutin melakukan yoga.

    Baca juga:

    Cantiknya Ayu Laksmi, Ibu dalam Pengabdi Setan

    Ayu Laksmi Pilih Busana yang Tak Perlu Disetrika

    Ayu Laksmi dan 3 Selebritas yang Dibilang Kembarannya

    Ayu Laksmi mengatakan porsi makannya sehari-hari biasa saja, dengan catatan hanya sedikit makan nasi dan memperbanyak sayuran. Pelantun tembang Maha Asa ini juga menjadi vegetarian sejak sembilan tahun lalu.

    Untuk menjaga bentuk tubuh, terutama bagian perut agar tetap ramping, Ayu Laksmi berbagi tip tidak langsung minum setelah makan. Setidaknya berikan jeda 10 menit untuk minum setelah makan agar makanan dapat dicerna terlebih dahulu. Selain itu, jangan duduk, apalagi berbaring, setelah makan. "Ingat, lakukan 34 langkah seusai makan," ujarnya.

    Mengenai pilihan makanan, Ayu Laksmi suka mengkonsumsi ubi rebus atau panggang, terutama ubi ungu. “Saya rata-rata berat badan 46 sampai 48 kilogram. Kalau rasanya udah kegemukan dikit, langsung balik makan ubi lagi. Karena sebenarnya nasi itu yang lumayan berpengaruh sama berat badan,” katanya.

    Ayu Laksmi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ubi ungu dikenal sebagai superfood yang kaya nutrisi, mulai vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, serat, hingga potasium, yang dapat membantu meringankan radang dalam perut. Satu buah ubi ungu mengandung lebih dari 200 persen kebutuhan vitamin A harian.

    Penelitian pada 2012 menyebutkan ubi ungu merupakan agen hipotensif yang efektif menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke akibat hipertensi. Sedangkan penelitian lain pada 2011 menyimpulkan mengkonsumsi ubi berpigmentasi, ubi ungu salah satunya, dapat mengurangi radang dan kerusakan DNA pada lelaki dewasa.

    Selain itu, ubi ungu dalam keadaan segar dapat menekan sel kanker usus besar, baik pada stadium awal maupun stadium akhir. Namun, jika ubi ungu sudah disimpan dalam beberapa bulan, elemen anti-kankernya akan berkurang.

    DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.