Rina Nose Lepas Jilbab, Dewi Sandra: Apa Aku Menyayangkan?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dewi Sandra tampil menghibur dalam Wardah Ramadhan Gathering Cantik dari Hati di Hotel Dharmawangsa Jakarta, 14 Juni 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Dewi Sandra tampil menghibur dalam Wardah Ramadhan Gathering Cantik dari Hati di Hotel Dharmawangsa Jakarta, 14 Juni 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewi Sandra menganggap keputusan Rina Nose melepas hijab sebagai proses dalam kehidupan. Setiap individu, kata dia, memiliki cerita yang berbeda-beda dalam proses tersebut.

    Baca juga:

    Menyimak Gaya Berhijab Rina Nose yang Sempat Jadi Tren

    Rina Nose Lepas Jilbab, Ketahui 3 Alasan Perempuan Lepas Hijab
    Rina Nose Lepas Jilbab: Luapkan Emosimu, Urusanku dengan Tuhan

    "Aku enggak berhak menghakimi karena setiap orang punya perjalanan masing-masing," kata Dewi Sandra di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis, 16 November 2017. "Tapi, kalau dibilang sebagai teman meskipun kami enggak dekat, apakah aku menyayangkan? Tentu. Tapi lagi-lagi ini adalah proses dan perjalanan seorang individu."

    Sebagai teman, Dewi Sandra hanya bisa mendoakan dan berharap Rina Nose mendapatkan yang terbaik. "Apa pun keputusannya, dia pasti juga sudah siap mempertanggungjawabkan," ujar bintang film Ayat-ayat Cinta 2 tersebut.

    Unggahan Rina Nose di media sosial mengenai keputusan pribadinya melepas jilbab. Rina enggan mengungkapkan alasannya kepada publik, karena ini merupakan pilihan pribadi seseorang. Instagram.com

    Mantan istri Glenn Fredly itu berharap Rina Nose masih terus berproses dan menjadi lebih baik. "Sampai napas terakhir kita masih terus berproses. Kita enggak tahu besok apa yang akan terjadi lagi," ujar Dewi Sandra. "Tapi di agama ini kita tidak berhak menghakimi siapa pun karena itu haknya Allah semata."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.