Pentingnya Merencanakan Kehamilan untuk Cegah Bayi Prematur

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelahiran prematur diidentifikasi sebagai penyumbang terbesar angka kematian bayi di Indonesia. Bayi yang lahir prematur adalah bayi yang lahir di bawah usia kehamilan 37 minggu dan umumnya berat badan lahir kurang dari 2.500 gram. Kelahiran prematur dapat dicegah sejak dalam kandungan.

    “Rencanakan kehamilan sangat penting dan melakukan cek kesehatan saat hamil,” ujar dokter spesialis anak, Rinawati Rohsiswatmo, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

    Dokter Rina menambahkan, kekurangan nutrisi saat hamil dapat mempengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungan. Data dokter kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang mengambil sampel secara random menyebutkan, sebanyak 60 persen ibu muda kekurangan vitamin D.

    “Padahal kita negara tropis, wanita-wanita muda itu menganggap putih itu cantik, jadi menghindar dari sinar matahari. Kekurangan vitamin D dan kalsium selama hamil enggak bagus juga, bikin tulang jelek,” ujarnya.

    Selain kekurangan vitamin D, mikronutrien seperti selenium yang terdapat dalam sayuran juga mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

    “Banyak yang minum susu, tapi tidak suka sayuran, tidak makan ikan, dan menghindari sinar matahari. Jadilah preeklamsia, lahir prematur,” ujar dokter yang juga staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, itu.

    Untuk itu, Rina menekankan jika ingin memiliki keturunan, persiapkan kehamilan dengan seoptimal mungkin. Termasuk pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu dan janin.

    Artikel lain:
    4 Fakta dan Mitos Seputar Menyusui di Masa Kehamilan
    Pakar Ingatkan Efek Buruk Menyusui di Masa Kehamilan
    Sebab Ibu Hamil Harus Hati-hati Pakai Produk Perawatan Kulit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.