Selasa, 11 Desember 2018

Rutin Periksa Kehamilan Cegah Diabetes Gestasional

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes mellitus gestasional atau diabetes yang dialami oleh ibu hamil terus menunjukkan kenaikan. Data Federasi Diabetes Internasional (FDI) 2017 mengungkapkan bahwa lebih dari 199 juta perempuan di dunia hidup dengan diabetes.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Lily Sriwahyuni Sulistyowati, mengatakan perempuan dengan diabetes akan lebih sulit untuk hamil.

    “Kemungkinan besar akan memiliki kehamilan yang beresiko, baik itu bagi ibu maupun janin yang dikandungnya,” katanya, Selasa, 14 November 2017.

    Diabetes memiliki efek yang lebih berbahaya bagi perempuan hamil karena dapat mempengaruhi proses kehamilan dan mengancam hidup ibu serta bayi di dalam kandungan.

    Data FDI menunjukkan bahwa dua dari lima perempuan dengan diabetes berada dalam rentang umur reproduktif. Sekitar 20,9 juta atau 16,2 persen proses kelahiran pada 2015 menunjukkan tanda-tanda hiperglikemia atau kondisi kadar gula darah tinggi selama masa kehamilan dan 85,1 persen di antaranya disebabkan oleh Diabetes Mellitus Gestasional (GDM).

    Baca juga:
    Anak yang Sering Kurang Tidur Berpeluang Menderita Diabetes
    Beberapa Langkah Sederhana agar Terhindar dari Diabetes
    85 Persen Penderita Diabetes Obesitas, Bolehkah Sedot Lemak?

    Hari Diabetes Sedunia 2017 menaruh perhatian khusus pada Diabetes Mellitus Gestasional (GDM), yaitu jenis diabetes yang muncul pada masa kehamilan tanpa riwayat penyakit diabetes sama sekali. Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan kadar gula darah pada ibu yang disebabkan oleh hormon yang diproduksi plasenta.

    “Meskipun GDM adalah keadaan sementara yang dialami ibu hamil, penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen perempuan dengan GDM akan terkena diabetes tipe 2 dalam rentang waktu 5-10 tahun setelah melahirkan,” ujarnya.

    Di Indonesia, penyandang diabetes mencapai 10 juta orang dan menempati urutan ketujuh di dunia sebagai negara dengan penderita diabetes tertinggi. Diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung.

    Pemeriksaan kesehatan rutin meliputi pengukuran IMT [Indeks Massa Tubuh], cek tekanan darah, cek kadar gula darah, dan cek kolesterol adalah hal yang penting dalam usaha untuk melawan epidemi penyakit tidak menular seperti diabetes.

    Untuk itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk menghindari risiko diabetes mellitus gestasional yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.