5 Persiapan Penting Sebelum Donor Darah yang Perlu Dipahami

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Donor Darah. Topnews.net.nz

    Ilustrasi Donor Darah. Topnews.net.nz

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda berniat dan berminat melakukan donor darah, sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan. Jangan sampai niat mulia untuk membantu orang lain justru menimbulkan risiko bagi diri sendiri.

    Selain itu, jika kondisi kesehatan pendonor kurang baik, melakukan donor darah akan semakin memperburuk kondisi. Karena itu, penting untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum menyumbangkan darah. Jadi, jika mendonorkan darah, Anda perlu mengingat beberapa hal penting berikut ini, seperti dilansir Boldsky.

    1. Pilih makanan yang kaya zat besi
    Makan makanan kaya zat besi sangat penting sebelum Anda berencana mendonorkan darah. Contoh makanan kaya zat besi adalah sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, makanan laut, dan daging merah. Makanan kaya zat besi membantu membangun sel darah merah dengan cepat, juga mencegah segala jenis penyakit yang mungkin timbul karena kekurangan darah, seperti anemia.

    2. Tidur cukup
    Jika Anda berencana mendonorkan darah, sebaiknya tidur 7-8 jam pada malam sebelumnya. Ini membantu Anda tetap terjaga dan mencegah pusing saat menyumbangkan darah.

    3. Cukup minum air
    Minum air dalam jumlah yang cukup sebelum mendonorkan darah membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Juga, setelah mendonorkan darah, Anda perlu minum satu atau dua gelas air untuk membantu mencegah dehidrasi dan pusing setelah donor darah akibat tekanan darah dan kadar gula darah turun.

    Artikel terkait:
    Pentingnya Donor Darah, Selamatkan Nyawa Ibu
    Menteri Nila Moeloek Dorong Donor Darah Jadi Gaya Hidup  
    Mau Donor Darah, Pahami Dulu Syaratnya

    4. Santap makanan sehat
    Makan makanan yang sehat setidaknya 3-4 jam sebelum mendonorkan darah sangat penting karena membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Selain itu, hindari makanan berlemak. Lemak dalam darah akan mempengaruhi pengujian darah, yang harus dilakukan untuk memeriksa apakah pendonor memiliki penyakit menular atau tidak.

    5. Beri jeda sedikitnya tiga bulan
    Jika Anda telah mendonorkan darah, ambil jeda setidaknya tiga bulan untuk donor selanjutnya. Ini akan memberi tubuh banyak waktu untuk meregenerasi sel darah baru. Jika jeda waktu tidak terjaga, Anda mungkin akan menderita kekurangan darah dan masalah kesehatan lain terkait dengan hal tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.