Rina Nose Lepas Jilbab, Ketahui 3 Alasan Perempuan Lepas Hijab

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rina Nose by TabloidBintang.Com

    Rina Nose by TabloidBintang.Com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembawa acara Rina Nose mulai memakai hijab sejak September 2016. Namun hanya bertahan selama setahun, dia akhirnya melepas hijab pada Kamis, 9 November 2017. Frasa Rina Nose lepas jilbab pun menjadi trending topic.

    Baca juga:
    Rina Nose Lepas Hijab, Ungkap Kegalauan di Medsos
    Rina Nose Lepas Hijab Langsung Jadi Trending Topic Twitter 

    Masalah hijab yang tentunya berkaitan dengan keyakinan seseorang selalu heboh diperbincangkan di ranah publik. CEO e-Commerce Haute Hijab, Melanie Elturk mengatakan ketika bicara tentang seseorang yang melepas hijab, maka patutlah orang tersebut berpikir positif dan jujur kepada diri sendiri.

    Sebab buat perempuan, menentukan berhijab dan tidak berhijab bukanlah keputusan yang mudah. Melanie pertama kali memakai hijab saat berusia 13 tahun. Dia bersyukur ayahnya turut mendorongnya menggunakan hijab sejak belia karena dia merasa tak punya kekuatan untuk menahan godaan jika memakai hijab di usia 19 atau 20.

    Melanie yang tesisnya membahas tentang hijab, menjawab pernyataan mengapa wanita melepas hijab melalui akun Youtube Haute Hijab dalam segmen Ask Melanie, berikut ini:

    1. Iklim politik
    Bukan rahasia lagi menjadi seorang Muslim di Amerika sekarang lebih sulit daripada sebelumnya. Dengan semua yang terjadi, kita melihat benar-benar berbahaya untuk memakai jilbab di daerah-daerah tertentu. Sampai pada keputusan 'Saya tidak lagi ingin menonjol dengan hijab di zaman sekarang ini'. Beberapa perempuan menghadapi kondisi ini dengan tenang dan berupaya bersikap biasa-biasa saja, namun sebagian yang lain mungkin merasa tertekan dan merasa ada hambatan yang signifikan dalam beraktivitas sehari-hari.

    2. Masalah harga diri atau tekanan masyarakat
    Melanie percaya ini adalah kemungkinan penyebab wanita melepaskan jilbab. Semua wanita berjuang dengan harga diri dan tekanan sosial terlepas dari iman, dan wanita Muslim tidak kebal terhadap ancaman ini.

    Wanita muslim mendapat beragam pesan dari media sosial, televisi, film, dan musik, tentang gambaran apa yang masyarakat katakan tentang bagaimana wanita harus terlihat dan bersikap. Di satu sisi, iman mereka mengajarkan satu nilai, namun dalam kehidupan sehari-hari, mereka dibombardir dengan seperangkat nilai lain.

    Rina Nose memutuskan melepas kerudung.INSTAGRAM

    Tekanan untuk menerapkan nilai-nilai yang bertentangan ini ke dalam hidup kita akhirnya membuat seorang wanita memutuskan melepas hijab. Hijab dianggap sebagai penghalang gaya hidup masa kini, sebagai objek hasrat seksual, terlibat dalam perilaku terlarang, atau tidak merasa cukup cantik.

    3. Kehilangan keyakinan
    Banyak wanita mengalami perubahan dalam hidup, misalnya mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, telah bersuami, punya anak, dan sebagainya, yang bisa jadi mengubah identitasnya. Kemudian pada satu hari mereka bangun dan menyadari terputus dari kehidupan sebagai seorang Muslim, sehingga muncul pertanyaan "Mengapa saya masih mengenakan hijab?"

    Dengan keadaan itu, wanita tersebut meyakini bahwa hijab tak lagi relevan dengan kehidupan mereka atau memaknai kalau berhijab sebenarnya bukan perintah agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.