Harbolnas, Cathy Sharon Dimanja Sejak Ada Situs Belanja Online

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cathy Sharon. TEMPO/Amston Probel

    Cathy Sharon. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Cathy Sharon gemar berbelanja online. Hampir setiap hari kakak Julie Estelle ini memilih berbaagi peralatan rumah tangga, kebutuhan seharai-hari, sampai perlengkapan pribadi di situs belanja online. Cathy Sharon mengatakan ada alasan khusus dia suka belanja online. Menurut dia, di tengah kesibukan sebagai seorang ibu sekaligus bekerja mengelola bisnis, belanja online menjadi cara yang paling praktis dan cepat.

    Baca juga:
    Cathy Sharon Tak Pernah Kecewa Belanja Online, Simak Triknya
    Cathy Sharon Jadi Single Parent, Urus Anak dan Kerja Jalan Terus

    "Saya selalu mencoba merencanakan kegiatan sehari-hari dengan sangat efisein," kata Cathy Sharon di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Sedangkan untuk pergi berbelanja ke supermarket atau mall, Cathy Sharon harus meluangkan waktu untuk keluar rumah. Belum lagi menghadapi macet di jalanan dan lelah berjalan ketika memilih barang, mangantre di kasir, sampai membawa berbagai barang belajaan ke rumah.

    "Jadi sejak ada belanja online, itu adalah cara paling praktis dan cepet untuk belanja. Apalagi langsung diantar ke rumah," ujar Cathy Sharon. Dengan begitu, Cathy Sharon merasa dimanjakan karena tinggal membuka laptop atau ponsel, memilih barang yang hendak dibeli, membayar melalui transfer atau cash on delivery, dan tinggal duduk manis di rumah menunggu pesanan datang.

    Sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier, Cathy Sharon mengatakan punya waktu lebih banyak untuk melakukan aktivitas lain untuk diri sendiri dan keluarga, selain belanja. "Saya punya waktu untuk melakukan banyak sekali kegiatan yang sebenernya untuk kita sendiri," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.