Diet dan Pilihan Olahraga bagi Pasien Gagal Ginjal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal

    Ilustrasi ginjal

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien gagal ginjal harus menjaga pola makan dan asupan gizi untuk membantu kerja organ tubuh agar lebih baik. Dokter spesialis ginjal dan hipertensi, Jonny, mengatakan pasien gagal ginjal dianjurkan menerapkan pola diet tertentu dengan menyiapkan 2-3 porsi protein setiap hari.

    Baca juga:
    8 Kebiasaan yang Berdampak Buruk pada Ginjal
    Prosedur Tukar Cairan atau CAPD untuk Pasien Gagal Ginjal
    Gejala Penyakit Ginjal, dari Urine Merah sampai Mata Bengkak

    "Hindari makanan dengan kadar gula dan lemak tinggi serta hindari garam," kata Jonny dalam acara "Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal dengan Perawatan CAPD" di Jakarta, Minggu, 5 November 2017. Menurut Jonny, pasien gagal ginjal harus menghindari garam karena bisa memicu bengkak di bagian perut.

    Selain itu, pasien gagal ginjal mesti menghindari makanan yang mengandung tinggi cairan, seperti semangka dan es krim. Pasien gagal ginjal juga masih dapat berolahraga, seperti jalan kaki, bersepeda, dan berkebun. Namun pasien gagal ginjal yang menjalani terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) dilarang berenang dan berolahraga berat atau kontak langsung dengan abdomen, seperti sepak bola. Pasien juga dilarang mengangkat beban berat dan berendam.

    Monalisa Theresia mempersiapkan peralatan untuk melakukan cuci darah menggunakan proses continuous ambulatory peritoneal dialysys (CAPD) di RSCM Salemba, Jakarta, (28/3). Tempo/Aditia Noviansyah

    Pasien gagal ginjal dapat beraktivitas seperti biasa, tapi dengan kewaspadaan. Dokter Jonny menjelaskan, bila merasa lelah saat beraktivitas, jangan memaksakan diri. Aktivitas seksual juga dapat terus dilakukan. “Tapi jangan sampai menarik kateternya atau sampai terpelintir," ucapnya.

    Jika terjadi infeksi pada pengguna terapi CAPD, itu bisa terlihat dari cairan yang keluar. Menurut dokter Jonny, tanda-tanda infeksi adalah cairan yang keluar menjadi keruh, nyeri di perut, dan demam. Bila gejala tersebut terjadi, segera ke rumah sakit atau hubungi dokter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.