Alasan Remaja Curhat di Media Sosial Demi Orang Tua Juga

Ilustrasi remaja bermain ponsel. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua orang memiliki akun media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, hingga Line. Media sosial tak hanya menjadi platform untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga, ataupun teman dekat, namun juga media curhat bagi sebagian orang, terutama remaja.

Baca juga:

Tip Olga Lydia Pakai Media Sosial dengan Benar

Candu Media Sosial Lebih Buruk dari Alkohol dan Rokok

Media sosial dianggap sebagai alternatif untuk mengungkapkan perasaan ketika tidak bisa menceritakannya apa yang dirasakan dan dialami kepada orang-orang terdekat seperti keluarga ataupun teman. Seorang siswi SMA Swasta di Jakarta, Anita Eka Damayanti mengatakan menggunakan media sosial untuk berbagi informasi dengan teman dan sesekali curhat.

Anita memutuskan curhat di akun media sosialnya ketika tak bisa menceritakan masalah atau kegalauannya kepada orang tua dan teman. "Kalau cerita kepada orang tua, aku takut salah ngomong. Mau cerita ke teman juga masalahnya terlalu sensitif," ujarnya kepada Tempo, Senin 6 November 2017.

Namun demikian, Anita menerima jika ada yang mengomentari atau memberikan masukan terhadap persoalan yang dia hadapi di media sosial. "Tapi kalau ada yang bertanya lebih dalam, biasanya cuma aku jawab, enggak apa-apa kok," ujar Anita.

Ketika curhat di media sosial, Anita biasanya menggunakan kalimat tersirat untuk menggambarkan keresahannya. Salah satu persoalan yang membuatnya gundah adalah ketika dia mesti menentukan hendak melanjutkan kuliah ke satu jurusan, tapi orang tua mengarahkan ke jurusan yang lain. Agar tak terjadi benturan dengan keinginan orang tua, Anita memilih curhat di media sosial.

Berbeda dengan Khoirunnisaa yang duduk di kelas 3 SMP, dia memilih curhat sampai membuat puisi di media sosial. Untuk urusan yang terbilang sepele, dia memilih cara itu karena menyadari kalau masalah yang dihadapi orang dewasa, khusus orang tua sudah begitu banyak. "Aku enggak mau membebani orang tua dengan persoalan yang kuhadapi," ujarnya.

Lagipula, Khoirunnisaa merasa tak ada yang dirugikan jika dia menumpahkan segala isi hatinya di akun media sosialnya. "Aku juga lega karena sudah melampiaskan apa yang aku rasakan," ujarnya. Khoirunnisaa tak tertarik untuk mencurahkan kisah diri di buku diary karena khawatir dibaca orang lain. "Tahu sendiri kan, orang sekarang kepo-an."

Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan bagi anak generasi Z atau yang lahir mulai tahun 2000, gawai dan media sosial menjadi alat untuk mencari perhatian dan mendapatkan respons dari lingkungannya. "Anak, khususnya yang memasuki usia pubertas butuh teman bicara yang mau mendengar, memberi perhatian, dan menerima mereka apa adanya," katanya. "Hal ini bisa didapatkan dari media sosial."

DWI NUR SANTI | RINI K | TABLOIDBINTANG






Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

1 hari lalu

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.


Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

4 hari lalu

Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

Para warganet beramai-ramai memakai tagar Mahsa Amini hingga menjadi trending di Twitter hingga membanjiri kolom komentar di akun Instagram 9gag.


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

4 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.


Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

4 hari lalu

Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

Konsorsium 303 beredar di media sosial sebagai sebuah bagan yang menunjukkan nama dan peran orang-orang yang diduga terlibat dalam suatu jaringan bisnis ilegal.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

5 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

5 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

5 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

6 hari lalu

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

Psikolog mengatakan terlalu banyak bermain media sosial dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kondisi psikologis remaja.


Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

8 hari lalu

Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

Polresta Bogor terus memantau akun media sosial kelompok-kelompok remaja yang suka tawuran. Bikin janji tawuran di media sosial.


Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

8 hari lalu

Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

Polresta Bogor telah menangkap 18 remaja dari dua kelompok yang terlibat tawuran. Enam orang jadi tersangka. Banyak yang masih berusia 13-14 tahun.