Bahaya Jangka Panjang Diet Karbohidrat, Ini Kata Dokter

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk mengurangi berat badan, banyak orang mengurangi konsumsi karbohidrat. Diet ini pun semakin populer. Walaupun diet karbohidrat dapat mengurangi berat badan dalam waktu cepat, diet tersebut tidak dianjurkan karena efek jangka panjangnya tidak baik untuk kesehatan.

    Salah satu efek dari diet karbohidrat adalah gagal ginjal. Dengan mengurangi karbohidrat, banyak orang yang menggantinya dengan menambah protein dan lemak. Program diet ini umumnya merekomendasikan agar pelaku diet mendapatkan 30-50 persen total kalori mereka dari protein.

    Mengkonsumsi terlalu banyak protein membuat ketegangan pada ginjal. Takaran karbohidrat yang baik adalah 50-60 persen total kalori karena memiliki peran penting sebagai sumber energi. Namun, konsumsi gula dibatasi hanya sampai 5 persen.

    “Kadar karbohidrat itu tidak boleh lebih kecil dari 50 persen,” jelas dr. Ety Mariatul Qipitiah, Sp. GK, Spesialis Gizi Klinik, di Jakarta, 5 November 2017.

    Baca juga:
    Alpokat dan Pisang Solusi Jantung Sehat? Intip Penelitiannya
    Misteri Obesitas, Akibat Makan Banyak atau Racun yang Menumpuk?
    Kiat Awet Muda dari Supermodel: Sabun Bayi dan Cokelat

    Sumber karbohidrat terbagi menjadi dua, karbohidrat kompleks dan sederhana. Dalam penjelasannya, Ety menyebutkan kalau karbohidrat kompleks terdiri dari ubi, beras, dan jagung. Sedangkan karbohidrat sederhana terdiri dari gula pasir. Karena itu, diet karbohidrat yang memangkas konsumsi karbohidrat dengan menggantinya dengan protein sebenarnya tidak baikuntuk jangka panjang.

    “Pilih karbohidrat kompleks tergantung dari kebutuhan kalori,” ujar Ety.

    Selain itu, dibanding mengurangi kadar karbohidrat, lebih baik pilih makanan dengan indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik adalah angka potensi peningkatan gula darah, yang disebabkan oleh karbohidrat pada makanan.

    Baca juga: Menghilangkan Kadar Gula dari Nasi

    Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah adalah kacang-kacangan, seperti kacang polong, buncis, lentil, atau kacang tanah, dan asam. Selain itu, gandum dan buah-buahan juga menjadi contoh makanan dengan indeks glikemik rendah.

    Diet karbohidrat sangat tidak dianjurkan untuk pasien gagal ginjal atau memiliki risiko tinggi untuk gagal ginjal. Diet rendah karbohidrat tidak dianjurkan karena masa penyebaran insulin di dalam tubuh akan mengambil waktu lebih lama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.