Jangan Suka Jajal Lipstik Tester, Risiko Kena Herpes

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lipstik. Shutterstock

    Ilustrasi lipstik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalau kamu suka mencoba lipstik tester yang dipajang di sejumlah toko kosmetik, sebaiknya hentikan kebiasaan itu. Seorang wanita asal California menggugat toko yang menjual peralatan makeup setelah ia positif terkena virus herpes yang diduga akibat menjajal sampel lipstik.

    Baca juga:
    Cara Tepat Gunakan Lipstik
    Mengatupkan Bibir, Cara Sia-sia Meratakan Lipstik
    Pilih-pilih Warna Lipstik yang Cocok untuk 4 Jenis Kulit

    Mengutip situs Health, wanita itu mengaku bahwa pada Oktober 2015 mendatangi sebuah toko kosmetik terkenal dan mencoba beberapa sampel lipstik keluaran terbaru saat itu. Beberapa hari kemudian, petugas kesehatan setempat mengkonfirmasi bahwa wanita tersebut didiagnosis menderita herpes oral. Herpes oral adalah infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks 1, atau HSV-1.

    Infeksi ini menimbulkan lecet yang sangat menyakitkan di sekitar mulut yang biasa dikenal dengan cold sores atau demam. HSV-1 memiliki kaitan dengan herpes simplex virus 2 (HSV-2), yang juga dapat menyebabkan genital herpes atau penyakit menular seksual yang ditandai dengan lesi serupa di sekitar alat kelamin.

    Ilustrasi lipstik. express.co.uk

    Menurut seorang dokter dan peneliti penyakit menular Mayo Clinic, Pritish K. Tosh, MD, herpes dapat menyebar melalui kontak dengan seseorang yang memiliki infeksi, bahkan jika orang tersebut tidak memiliki luka terbuka. Faktanya, hampir 70 persen orang di seluruh dunia memiliki virus HSV-1 dan kebanyakan gejalanya tidak terlihat.

    "Kebanyakan orang yang mengidap herpes berasal dari penderita yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki infeksi herpes," kata Pritish K. Tosh. "Sulit untuk menentukan bagaimana seseorang terinfeksi virus herpes."

    Herpes menyebar dengan mudah saat seseorang memiliki luka terbuka melalui kontak kulit, seperti berciuman. Berbagi lipstik atau produk kecantikan lainnya yang menyentuh bibir, gusi, dan mulut, seperti peralatan atau botol air juga dapat menyebabkan tertularnya virus herpes.

    Menurut Pritish, seharusnya penguji makeup bisa lebih waspada dalam melakukan tindakan pencegahan kebersihan. Ada baiknya jika sampling lipstik di goreskan pada tissue dan bukan pada kulit. Pritish menambahkan, jangan menguji produk lipstik dengan menggoreskannya di punggung tangan. Jika partikel virus herpes ada pada produk makeup, kamu bisa menularkannya ke tangan, lalu secara tidak sengaja menyentuh mulut terjadi terinfeksi.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.