Psikolog Ungkap Tipe Teman yang Tak Bisa Dijadikan Tempat Curhat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Prilly Latuconsina (kanan) dalam video curhat yang diungga di media sosial. Youtube.com

    Artis Prilly Latuconsina (kanan) dalam video curhat yang diungga di media sosial. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang merasa enggan mengungkapkan isi hati pada keluarganya, entah karena merasa tak dekat atau kurang nyaman. Alhasil, mereka lebih memilih bercerita pada teman.

    Namun, tak semua tipe teman bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati. Perlu kehati-hatian dalam memilih teman curhat.

    "Kalau saat mengobrol, dia bisa ngobrolin orang lain, artinya dia bisa saja ngobrol dengan orang lain lalu menjadikan kita topik pembicaraan dia. Ciri teman seperti ini tak tepat dijadikan teman curhat," ujar psikolog anak dan remaja Yasinta Indrianti MPsi, di Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

    Saat memilih teman curhat, unsur chemistry biasanya tak bisa terhindarkan. "Sesuatu yang dari dalam yang tak bisa kita pungkiri kalau klik," katanya.

    Pada anak-anak, sebaiknya orang tua mengajarkan mereka untuk menceritakan masalah atau beban di hati bukan pada orang lain.

    "Tekankan bahwa kita, orang tua, punya kedekatan dengan. Buat mereka nyaman dulu, kalau mereka tak merasa nyaman bagaimana mau bicara?" ucap Yasinta.

    Artikel lain:
    Punya Sahabat Lawan Jenis, Perhatikan 5 Hal Ini
    Tempat Kerja Jauh Picu Gangguan Jiwa, Cek 3 Solusinya
    Ekstrovert atau Introvert, Tebak dari Cara Berjalannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.