Tahun-tahun Rawan Pernikahan dan Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda berpikir bahwa tahap awal pernikahan adalah yang paling membahagiakan, itu tidak benar. Selama tahap itu Anda hanya mengalami pertengkaran kecil dan hanya bersifat sementara sebagai pengenalan satu sama lain.

    Pakar hubungan percintaan mengatakan bahwa tahun ke-3 umumnya merupakan tahun terindah sedangkan tahun ke-5 dan 7 adalah yang terberat dalam kehidupan pernikahan. Data dari banyak survei tampaknya mendukung argumen ini. Berikut fase dalam pernikahan menurut Boldsky.com.

    Setelah 3 Tahun
    Ada pendapat populer bahwa cinta memudar dalam hubungan apapun setelah rentang waktu 3 tahun. Namun sebaliknya, ikatan antara pasangan menguat setelah 3 tahun. Itulah saat pasangan mulai menerima kelemahan satu sama lain. Umumnya, jika hubungan menikah bertahan tiga tahun pertama, pasangan cenderung merencanakan untuk punya anak.

    Setelah 5 Tahun
    Sebagian besar survei saat ini menunjukkan bahwa tahun ke-5 bisa sangat penting. Jika belum punya anak, pasangan mungkin memperdebatkan topik itu. Jika ada anak-anak, pasangan mungkin banyak berdebat tentang siapa yang harus menghadapi tanggung jawabnya. Seiring anak-anak membutuhkan banyak perhatian dan pekerjaan, pasangan mungkin sedikit berjuang selama fase itu. Jika pasangan bisa tahan fase itu dengan sukses, mereka bisa bergerak lebih jauh dengan hubungannya.

    Setelah 7 Tahun
    Tahun ke-7 adalah fase lain yang bisa menjerat kehidupan pernikahan sekali lagi setelah tahun ke 5. Umumnya, pakar hubungan menyebut tahun ke-7 sebagai "tembok beton". Pasangan menemukan rutinitas kehidupan sehari-hari sangat membosankan saat mereka mengarungi pernikahan selama tujuh tahun.

    Dalam banyak pernikahan, pertengkaran bisa meningkat selama tahap itu. Alasannya bisa jadi masalah yang berkaitan dengan krisis keuangan, perawatan anak, pekerjaan rumah tangga atau masalah ego sederhana. Pasangan yang bertahan pada fase itu akan memiliki hubungan yang lebih kuat. Berikut beberapa alasan kenapa pernikahan bisa kandas di tengah jalan dalam fase-fase tersebut

    #Alasan
    Salah harapan tentang pernikahan adalah salah satu alasan utama di balik perceraian. Alasan lain adalah tidak memiliki kesabaran untuk duduk, berbicara, dan menyelesaikan masalah.

    #Kurangnya keterampilan mendengarkan
    Dalam sebuah argumen, jika kedua pasangan terus melemparkan frustrasi satu sama lain, maka kemungkinan perceraian meningkat. Ketika seseorang berbicara, yang lain perlu mendengarkan. Ahli hubungan mengatakan bahwa hanya pasangan yang kompatibel yang memiliki kebiasaan mendengarkan dengan sabar.

    #Uang
    Uang memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. Ada banyak pasangan yang mengajukan perceraian karena masalah yang belum terselesaikan terkait dengan uang.

    #Kebosanan
    Karena kebosanan, beberapa orang berselingkuh dari pasangannya sedangkan yang lain mengajukan perceraian dan memilih untuk menikah lagi. Pada akhirnya jika ini menjadi alasannya, maka dia akan kembali dalam fase yang sama secara berulang.

    Baca juga:
    Panik Dengar Kata Pernikahan? Mungkin Anda Menderita Gamofobia
    Kiat Menghindari Perselisihan Sebelum Acara Pernikahan
    Alasan Perempuan Memilih Menjanda dan Malas Menikah Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.