Bau Badan Mulai Menyengat Saat Remaja, Apa Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bau badan seseorang bisa kian menyengat ketika memasuki masa remaja. Perubahan hormonal saat pubertas menjadi salah satu penyebabnya, selain masalah jerawat.

    Baca juga:
    6 Cara Mengurangi Bau Badan
    Daftar Makanan Penghilang Bau Badan
    4 Tips agar Terhindar dari Bau Badan Tak Sedap

    Bau badan bisa membuat seorang remaja dijauhi teman-temannya dan membuatnya tak percaya diri. Berikut ini beberapa faktor penyebab masalah bau badan pada remaja, seperti dikutip dari Monjunction:

    1. Perubahan hormon
    Perubahan hormon yang dialami remaja seringkali menyebabkan masalah bau badan. Selama pubertas, kelenjar keringat aprokrin menjadi lebih aktif dan beberapa area tubuh seperti ketiak dan kulit kepala mulai memproduksi sebentuk keringat yang banyak mengandung minyak. Keringat yang berminyak ini dapat dengan mudah menarik bateri yang memecah partikel keringat sehingga memproduksi bau tidak sedap.

    ADVERTISEMENT

    2. Kurang bersih
    Remaja yang tidak menjaga kebiasaan kebersihan tubuh dan lingkungannya, semisal jarang mandi atau tidak menyikat gigi secara teratur, sering kali menderita masalah bau badan ataupun bau mulut yang tidak sedap.

    3. Menderita penyakit
    Remaja yang menderita penyakit kronis, seperti masalah ginjal dan hati seringkali mengeluarkan keringat berlebih dan mengalami masalah bau badan. Masalah kelebihan keringat ini dikenal sebagai hiperhidrosis yang menyebabkan remaja rentan akan aroma tubuh yang tidak sedap.

    Buat kamu para remaja, lakukan berbagai kiat berikut untuk mencegah bau badan:

    a. Menjaga kebersihan ketiak dan membersihkannya menggunakan sabun anti-bakteri untuk mengurangi produksi keringat pada kantung keringat ketiak dan mencegah endapan bakteri.

    b. Menggunakan deodoran yang kuat untuk mencegah bau badan yang tidak sedap dari produksi keringat.

    c. Rutin mandi untuk menghindari endapan bakteri pada kantung keringat.

    d. Memakai pakaian yang berbahan serat natural seperti katun atau sutra untuk membantu penguapan keringat.

    e. Hindari makan-makanan pedas dan berminyak karena dapat mendorong produksi keringat pada remaja.

    f. Cuci kaki secara teratur dengan air dan gunakan kaus kaki berbahan katun untuk perawatan bau kaki.

    Jika keringat terus keluar dalam jangka waktu lama, sebaiknya konsultasi ke dokter. Remaja yang menderita penyakit hati, ginjal atau diabetes dapat mengalami keringat berlebih dan perlu pemeriksaan untuk mengatasi masalah tersebut.

    DWI NUR SANTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji