Stop 7 Hal yang Memperburuk Pertengkaran dengan Pasangan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita mungkin termasuk orang yang mudah terluka atau sering menyakiti pasangan. Dalam kedua kasus tersebut, kita mungkin perlu mengingat kata-kata dan tindakan selama pertengkaran dengan orang yang dicintai. Bahkan hubungan terkuat pun bisa pecah karena tindakan saat bertengkar.

    Kita mungkin kehilangan tempat di hati seseorang jika terlalu keras dalam pertengkaran dengan orang yang dicintai. Hal utama yang harus dipikirkan adalah mempertimbangkan kata-kata sebelum mengucapkannya.

    Kita harus berhati-hati mengucapkan kalimat yang bisa melukai karena argumen kecil pun bisa berubah menjadi pertengkaran besar jika dipicu oleh kata-kata dan tindakan yang buruk. Berikut beberapa hal yang harus dihindari jika bertengkar dengan pasangan, seperti dilansir Boldsky.com.

    Baca juga:
    4 Ciri Si Dia Pasangan yang Bisa Diandalkan dan Benar-benar Cinta
    Tetap Tinggal Seatap Meski Sering Berantem, Alasannya Bukan Cinta
    Jangan Panik Bila Pacar Memutus Cinta, Mungkin Ini Alasannya

    #Memutus obrolan di telepon
    Kita baru saja bertengkar dan memutuskan panggilan telepon secara tiba-tiba. Ketika pasangan menelepon kita memutusnya lagi. Hal ini akan sangat buruk untuk hubungan. Menghindari komunikasi setelah bertengkar bisa mengurangi kemungkinan memperbaiki hubungan. Jika dia ingin memadamkan api, mengapa menghindarinya? Mungkin dia menyerah dan berhenti menelepon jika kita tidak menjawab telepon beberapa kali. Jika tidak ingin berbicara dengannya dalam suasana hati yang buruk, jawablah teleponnya dan sampaikan maksud tersebut padanya.

    #Menantang
    Apa yang terjadi saat kita melempar bensin dengan api? Dengan cara yang sama, kita menantang pasangan selama pertengkaran dan bisa mengubah perkelahian fisik yang berbahaya. Ketika seseorang mengangkat tangan untuk memukul, menggunakan kata-kata yang menantang, seperti "Pukul saya kalau jantan", bukanlah ide bagus. Sebagai gantinya, cari tahu 100 cara lain untuk mendinginkan pasangan.

    #Membanting pintu
    Ketika bertengkar, jika kita membanting pintu, melempar vas bunga dan barang lainnya ke dinding, pasangan mungkin merasa terintimidasi dan terkejut. Tidak bisa mengendalikan amarah dipandang sebagai kelemahan, bukan kekuatan.

    #Melibatkan orang lain dalam Perselisihan
    Bayangkan, suami pulang terlambat dan kita benar-benar kesal. Kita segera menelepon ibu dan mulai mengeluh bahwa suami terlambat. Suami melihat itu, menjadi kesal, dan meneleponl ibunya dan mengeluh tentang kita, mengatakan bahwa kita membuatnya kesal. Akhirnya, terjadilah perang antara dua keluarga. Menyeret orang lain ke dalam pertengkaran tidak perlu dilakukan saat kita bisa mendiskusikan dan menyelesaikannya. Jika kita mengundang orang lain ke dalam konflik, mereka mungkin mengarahkannya sesuai keinginan mereka, bahkan jika ada solusi damai sekalipun.

    #Berbicara tentang perpisahan
    Jika kita mengucapkan kata perceraian dalam setiap pertengkaran, pasangan mungkin merasa terhina. Bahkan jika kita berniat mengakhiri pernikahan, mengucapkan kata tersebut bukanlah ide bagus.

    #Mengungkit masalah lain
    Saat bertengkar mengenai satu masalah, hindari mengungkit hal lain yang bisa membuat masalah semakin besar karena jika ini terjadi, maka kemungkinan kita membuat kekacauan besar yang tidak mudah dipecahkan. Jika pasangan juga mencoba menggali kesalahan lama, maka hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan.

    #Tidur terpisah
    Bagi suami istri, setelah bertengkar, wajarlah untuk membenci pasangan untuk beberapa lama. Tapi di malam hari, jika kita tidur di ruangan terpisah untuk menghindari pasangan, jarak akan semakin jauh dan perdamaian akan sulit terwujud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.