Ingin Ikut Lomba seperti Jakarta Marathon, Begini Persiapannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Andien mengikuti lari 10K bersama putranya Kawa dan adiknya Diego Yanuar dalam Jakarta Marathon. Berikut sejumlah selebritas yang ikut dalam Jakarta Marathon 2017. Instagram.com

    Penyanyi Andien mengikuti lari 10K bersama putranya Kawa dan adiknya Diego Yanuar dalam Jakarta Marathon. Berikut sejumlah selebritas yang ikut dalam Jakarta Marathon 2017. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lomba maraton semakin banyak dengan hadiah besar untuk para pemenangnya. Mandiri Jakarta Marathon 2017, yang diselenggarakan 29 Oktober 2017, memberikan total hadiah sebesar Rp. 774 juta, dengan Rp. 70 juta untuk pemenang pertama kategori maraton penuh dengan jarak 42,195 kilometer, baik putra maupun putri.

    Mengikuti lomba maraton bukanlah hal yang mudah. Helda Napitupulu, pemenang pertama maraton penuhputri usia 40 tahun ke atas, berhasil menyelesaikan lomba dengan waktu 3 jam 55 menit. Dia berlatih intensif setiap hari selama 2-3 jam sejak berumur 15 tahun. Bagi para pemula yang berencana untuk mengikuti maraton, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan fisik.

    Bagi yang ingin mengikuti maraton dianjurkan untuk mengikuti setengah maraton terlebih dulu dengan jarak 21 kilometer. Jadi, seseorang dapat mengukur kekuatan tubuh sebelum melakukan maraton yang jaraknya dua kali lipat. Perlu diingat, maraton memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh, jadi dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan diizinkan oleh dokter terlebih dulu sebelum mengikuti latihan intensif.

    “Setiap kali maraton, saya tentunya harus memastikan kalau badan masih sehat dan juga menjaga pola makan,” ujar Helda. Baca: Jakarta Marathon 2017, Rahasia Bugar Helda Napitupulu di Usia 47

    Walaupun menjaga tubuh yang sehat dengan olahraga, Helda masih menyantap makanan cepat saji. Dia tidak melakukan diet spesifik karena tubuhnya membutuhkan semua energi yang bisa didapat.

    Hal lain yang biasa dilakukan pelari adalah tidak cukup mengasup protein. Seringkali, pelari sangat fokus pada asupan karbohidrat sehingga melupakan protein. Dikutip dari BodyBuilding.com, protein tidak hanya penting untuk menjaga otot tubuh tapi juga untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat berlari.

    Untuk latihan menjelang maraton, dianjurkan untuk mengkonsumsi minimal 1 gram protein per setengah kilogram berat badan per hari. Untuk latihan intensif, konsumsi protein dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat. Baca juga: Lari Maraton Bikin Sehat Jiwa dan Raga, Asalkan...

    Latihan intensif dianjurkan untuk dimulai sekitar 4 bulan sebelum Marathon. Latihan olahraga dilakukan sesuai dengan perencanaan yang paling cocok dengan tubuh dan agenda.

    Dianjurkan untuk paling tidak melakukan olahraga minimum empat kali seminggu. Ingat selalu melakukan peregangan sebelum dan sesudah sesi olahraga. Setelah berlari, lakukan peregangan di betis, paha depan, paha,urat, dan fleksor pinggul. Lakukan peregangan pascalari selama 25 detik.

    Masalah yang sering terlihat pada banyak pelari adalah minum air terlalu banyak. Minum banyak air benar-benar dapat mencairkan elektrolit yang tersisa di tubuh dan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius. Solusinya adalah mengganti elektrolit selama dan setelah berlari dengan minuman energi. Artikel terkait: Alasan Pria Berlari Lebih Cepat dari Wanita

    Terakhir adalah mencari sepatu yang cocok dan enak untuk dipakai lari. Sepatu dapat menjadi penyebab cedera atau penahan yang baik, tergantung dari sepatu yang dibeli. Karena itu pilihan sepatu yang sesuai menjadi hal yang sangat penting untuk maraton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.