Cobaan Winda Viska Saat Melahirkan: Anak Kuning, Suami Sakit

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winda Viska bersama suami, Mulyadi Tan.Tabloidbintang

    Winda Viska bersama suami, Mulyadi Tan.Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Winda Viska mengalami cobaan saat hamil dan melahirkan putra keduanya, Mahesa Mulya Tan. Saat kehamilan memasuki usia 7 bulan, Winda Viska divonis mengalami preeklamsia karena tekanan darahnya mencapai 180. Winda Viska mesti menjalani operasi caesar karena sel darah merah sudah pecah di dalam tubuh.

    Baca juga:
    Winda Viska Alami Preeklamsia, Prosesnya Menegangkan

    Mahesa Mulya Tan lahir pada 10 Oktober 2017 dengan berat 2,02 kilogram. Setelah lahir, hemoglobin Mahesa meninggi. Dia dimasukkan ke mesin inkubator selama 3 hari. Winda sedih karena tidak bisa menggendong buah hatinya.

    Tiga hari kemudian, kadar hemaglobin Mahesa dinyatakan normal. Winda dan Mahesa diizinkan pulang. Namun kebahagiaan Winda hanya bertahan 2 hari.

    Pada Senin, 16 Oktober 2017, Winda Viska kembali memeriksakan kondisi Mahesa di rumah sakit. Dokter mendeteksi kadar bilirubin Mahesa mencapai 16, sedangkan normalnya kurang dari 12. Kondisi itu menyebabkan kulit Mahesa menguning.

    Winda Viska bersama suami, Mulyadi Tan.Tabloidbintang

    Selama menjalani kehamilan, persalinan sampai putranya dirawat di rumah sakit, Winda Viska menjalaninya seorang diri. Suaminya, Mulyadi Tan sedang bekerja di Tanjung Pinang.

    Saat itu Winda Viska merasa kesepian. Dia kerap menangis di rumah sakit, berharap suami datang untuk memeluk dan menguatkan.

    Namun tangis Winda Viska kembali pecah ketika suami menghubunginya. Melalui ponsel, Mulyadi Tan mengabarkan kondisi kesehatannya drop. "Suami bilang terserang demam di Tanjung Pinang. Ingin rasanya menemani dan merawat suami tapi siapa yang menjaga Mahesa di rumah sakit? Akhirnya, suami meminta saya fokus menjaga Mahesa," ucap Winda, sembari berlinang air mata.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.