Stres Picu Mual dan Diare, Jawabnya Gut Brain Axis

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pekerja yang stress. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita pekerja yang stress. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seringkali ketika kita merasa gugup atau stres, maka perut terasa mual atau mendadak mulas ingin ke toilet. Rasa mual dan mulas ini terjadi karena adanya hubungan antara sistem pencernaan dengan otak yang disebut dengan gut brain axis.

    Baca juga:
    10 Cara Sederhana Cegah Stres Akibat Pekerjaan
    Riset: Lebih Baik Menganggur daripada Kerja tapi Stres
    Jangan Stres, Lihat Dampaknya buat Otak dan Tubuhmu

    Gut Brain Axis adalah sistem komunikasi atau koneksi antara sistem pencernaan dengan otak kita. Koneksi terdiri dari saraf-saraf, hormon, dan sistem imun yang menhubungkan sistem percernaan dan otak.

    Sekitar 100 juta neuron dalam sistem perncernaan dikenal sebagai Enteric Nervous System (ENS) atau sebagai “otak kedua”. ENS menjadi penghubung komunikasi antara saluran cerna dan otak.

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Penelitian menunjukkan ratusan neurokimia pengatur mood pada otak, termasuk serotonin, sebenarnya diproduksi dan diatur oleh mikrobiom usus. Dalam jurnal penelitian Neurogastroenterologi & Motilitas pada 2011 menyebutkan mikrobiota usus mampu berkomunikasi dengan otak dan mengatur perilaku. Hal ini muncul sebagai konsep yang menarik dalam ilmu kesehatan dan penyakit.

    Rendahnya tingkat bakteri baik di usus dapat mengurangi produksi serotonin atau hormon senang ke otak. Ketidakseimbangan ini juga dapat menyebabkan radang di dinding usus, sehingga sistem pencernaan yang tidak baik juga akan berpengaruh pada mood atau suasana hati seseorang, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    DWI NUR SANTI | LONGEVITY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.