Kondisi Kulit Ketika Haid dan Hamil yang Dipengaruhi Hormon

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

    Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Hormon yang tidak stabil pada wanita umum terjadi, terutama di masa kehamilan dan siklus haid. Kedua kondisi ini punya dampak yang berbeda bagi kesehatan kulit karena fluktuasi hormonnya juga berbeda.

    Baca juga:
    Manfaat Masker Putih Telur, Kulit Wajah Kencang Bebas Komedo
    Dokter Haekal Berbagi Kiat Hadapi 3 Fase Penuaan, Dimulai Usia 25

    Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan hormon progesteron dan hormon naik dan turun silih berganti ketika haid. Kondisi ini yang menyebabkan wanita punya siklus premenstrual syndrome atau PMS. Kulit pun bisa menjadi kering, berminyak, berjerawat atau menjadi sensitif.

    Sedangkan pada ibu hamil, hormon progesteron yang meningkat tinggi. "Sehingga kulit yang berminyak menjadi semakin berminyak, yang kering menjadi makin kering, yang berjerawat kian berjerawat. Dan enggak ada berhentinya selama masa kehamilan," kata Raisa di Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    Kondisi kulit ibu hamil juga lebih peka dalam menyerap zat di permukaan. Menurut Raisa, daya serap kulit saat hamil meningkat hingga lima kali lipat. Itu sebabnya, ibu hamil tak boleh asal memilih produk perawatan kulit dan makeup.

    "Meski produknya berbahan alami dan dosisnya aman untuk orang yang tidak hamil, penggunaannya pada ibu hamil bisa jadi berlebihan karena penyerapan yang meningkat itu," ujarnya.

    Salah satu cara memastikan produk kecantikan aman untuk ibu hamil adalah menggunakan produk yang mencantumkan label aman untuk ibu hamil. "Jangan berpikir produk yang aman buat anak - anak, jadi aman juga untuk ibu hamil. Belum tentu itu," ucap Reisa.

    Soal makeup, dokter yang tengah mengandung anak keduanya ini menganjurkan jangan memakai makeup yang bakal diserap kulit, seperti base makeup atau makeup yang memang dipakai saat awal merias wajah. Penggunaan riasan ini berakibat fatal apalagi pada trimester pertama kehamilan karena janin tengah terbentuk pada periode tersebut. Akibatnya, rentan sebabkan gangguan perkembangan janin hingga berakhir pada keguguran.

    Supaya kulit tetap sehat selama hamil, dokter Reisa mengingatkan ibu hamil tidak lupa minum air yang cukup. "Kadang ibu hamil merasa perutnya begah, cuacanya dingin jadi malas minum apalagi kalau nanti harus bolak-balik toilet. Padahal itu yang menyebabkan munculnya masalah kulit," tutup dia.

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...