4 Tips agar Terhindar dari Bau Badan Tak Sedap

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tampil wangi tanpa bau badan tentunya bisa membuat kita lebih percaya diri. Tubuh yang wangi membuat kita tak dijauhi orang lain dan bahkan bisa membuat orang lain jadi menyukai kita.

    Banyaknya aktivitas bisa membuat kita menjadi lebih mudah mengalami bau badan yang kurang sedap. Jika ingin selalu wangi cobalah lakukan empat tips berikut.

    1. Mandi teratur
    Jika kita cukup malas mandi, jangan harap memiliki tubuh yang selalu wangi. Saat mandi jangan lupa untuk membersihkan lipatan-lipatan tubuh agar bersih dan tak menimbulkan bau yang tiak sedap. Jika kita teratur mandi dengan bersih pastinya bau badan akan pergi.

    2. Rajin mengganti baju
    Selain mandi dengan teratur, kita juga harus rajin mengganti pakaian. Pilih baju dengan bahan yang bisa menyerap keringat. Dengan selalu memakai baju yang bersih tentunya kita akan terlihat lebih segar dan wangi.

    3. Memakai deodoran
    Salah satu cara terampuh untuk menjauhkan bau badan adalah dengan menggunakan deodoran. Penggunaan deodoran bisa membantu mengurangi bau badan yang tak sedap karena banyaknya keringat yang dihasilkan. Produk deodoran pun bermacam-macam dan sangat mudah ditemukan .

    4. Menggunakan losion dan parfum
    Menggunakan losion bisa membuat kulit tetap terjaga kelembabannya dan menghindarkan dari kulit kering. Selain itu, menggunakan losion juga bisa membuat kita tetap wangi, apalagi jika losion yang dipakai memiliki aroma-aroma yang menyegarkan. Tak hanya itu, menggunakan parfum juga membuat aroma tubuh selalu wangi sepanjang hari. Jadi gunakan parfum sebelum melakukan aktivitas.

    TABLOIDBINTANG

    Tips lain:
    Kurangi Minus Mata dengan 4 Kiat Berikut
    Malu Punya Alis Tipis? Tebalkan dengan 4 Bahan Alami Berikut
    Teknik Supaya Lipstik Matte Tak Bikin Bibir Kering


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).