Dr. Haekal, Kecil Obesitas, Kini Disiplin Jaga Pola Hidup Sehat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Haekal Yassier Anshari. Instagram

    Dokter Haekal Yassier Anshari. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Praktisi kecantikan, penuaan, dan seksolog dokter Haekal Yassier Anshari kini menjadi pembawa acara tentang kesehatan di stasiun televisi swasta. Sebelumnya, dia juga sering menjadi pembicara di berbagai acara televisi, tidak hanya seputar kecantikan tapi juga masalah kesehatan lain, seperti gaya hidup sehat dan penuaan. Baca: Dokter Haekal Jadi Host di Televisi, Bawa Misi Penjernih Mitos

    Dokter yang biasa disapa Haekal ini memang senang memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat kepada masyarakat. Menurutnya, gaya hidup sehat sangat penting untuk dilakukan karena memiliki dampak pada penuaan. Meski umur bertambah, kualitas hidup tetap berkualitas.

    Ketika masih remaja, dr. Haekal mengaku mengalami obesitas. Di usia 13 tahun berat badannya mencapai 76 kilogram. Sampai suatu saat guru olahraga menegurnya karena dinilai terlalu lamban. Dia pun merasa malu lalu bertekad menurunkan berat badan saat liburan sekolah.

    “Ketika kecil saya gendut. Saya malu ditegur guru olahraga karena lamban dan disuruh menurunkan berat badan, jadi saat liburan sekolah saya olahraga mati-matian, treadmill 30 menit setiap hari,” ujarnya kepada Tempo pada medio Oktober 2017.

    Selain olahraga, dia juga tidak mengkonsumsi karbohidrat, hanya protein dari ayam dan tempe. Hasilnya, berat badannya turun drastis dari 70 kilogram menjadi 57 kilogram. Baca juga: Dokter Jadi Host di Televisi, Wajib Casting dan Belajar Ngomong

    Meski berhasil menurunkan berat badan, dr. Haekal merasa tubuhnya menjadi kurus dan mudah sakit. Ketika remaja, metabolisme tubuh masih sangat bagus tapi jika melakukan program penurunan berat badan dengan cara yang salah tubuh akan mudah gemuk lagi.

    Belajar dari pengalaman tersebut, kini dr. Haekal menjaga gaya hidup dengan pola makan yang seimbang. “Saya tetap menjaga pola makan bervariasi dengan porsi seimbang, mencakup karbohidrat dari beras putih atau merah, protein dari putih telur, lemak sehat, vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan,” ujar pembawa acara "Ayo Hidup Sehat" di sebuah stasiun televisi swasta itu. Baca juga: Dokter Haekal Berbagi Kiat Hadapi 3 Fase Penuaan, Dimulai Usia 25

    Selain menjaga pola makan, dia juga rutin melakukan olahraga di pusat kebugaran seminggu tiga kali dan latihan kardio, seperti jogging atau lari. Pola tidurnya juga teratur, diusahakan delapan jam setiap hari dan mulai tidur pukul 22.00.

    Jika ingin melakukan program penurunan berat badan, Haekal menyarankan agar tidak melakukan dalam jangka panjang. “Lakukan sementara dan tidak meninggalkan sumber karbohidrat seperti nasi sebagai sumber karbohidrat dan kombinasikan dengan olahraga,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.