Jangan Sembarangan Operasi Plastik, Pahami Dulu Kondisi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FPC. Operasi Plastik. Shutterstock

    FPC. Operasi Plastik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah orang yang melakukan bedah plastik sekarang semakin banyak. Mereka semakin peduli pada tubuhnya. Dan karena tren operasi plastik di Korea meningkat, begitu pula di Indonesia dan banyak negara lain.

    Bedah plastik bukan operasi kecil tanpa risiko dan bisa menjadi fatal bila tidak melakukan tahap awal yang benar.

    “Konsultasi dan diskusi sebelum melakukan bedah plastik adalah hal yang sangat penting, terutama untuk mengetahui hasil apa yang diinginkan oleh pasien agar tidak kecewa,” ujar dr. Putri Halley Sari Hadi, B. Med. Sc, Manajer Kasus untuk layanan Anti Aging Surgery di Klinik Bamed, Jakarta.

    Yang perlu ditanyakan pertama adalah prosesnya. Sangat penting untuk mengetahui proses bedah plastik yang diinginkan karena ada berbagai cara dan pastikan prosedur yang akan dilakukan sesuai dengan tubuh.

    “Sangat penting juga untuk mengetahui seberapa baik dokter tersebut mengetahui anatomi tubuh karena kalau tidak tahu dengan baik bisa sangat membahayakan pada saat melakukan operasi,” jelas dr. Puri Ambar Lestari, SpBP-RE, Dokter Bedah Plastik di Bamed.

    Baca juga:
    4 Risiko Operasi Plastik pada Remaja 
    Tren Operasi Plastik di Indonesia, Ini Kata Tompi
    Operasi Plastik Bikin Perempuan 9 Tahun Lebih Muda?

    Selanjutnya adalah mengetahui risiko yang bisa terjadi dari operasi plastik. Walaupun teknologi sekarang sudah semakin maju, operasi jenis apapun tentu ada risiko yang bisa sampai fatal. Karena itu, seseorang yang ingin melakukan bedah plastik harus yakin dengan keputusannya dan mengetahui risiko yang dapat terjadi. “Risiko untuk bedah plastik sebenarnya sama saja dengan operasi yang lain karena anatomi tubuh sangat sensitif. Bila tidak hati-hati risiko bisa sampai buta, lumpuh, dan kematian,” lanjut dr. Puri.

    Lalu, pertanyaan akan kesehatan diri sendiri. Sebelum melakukan operasi plastik, dokter akan memeriksa kesehatan fisik pasien terlebih dahulu. Namun lebih baik mengetahui terlebih dahulu kondisi apa yang sesuai untuk melakukan operasi.

    “Selain hipertensi dan diabetes, mental juga harus kuat untuk melakukan operasi dan gangguan darah juga bisa memperlambat proses penyembuhan,” jelas dr. Putri, sebagai manajer kasus yang sering mendapat pertanyaan sebelum melanjutkan ke operasi bedah plastik.

    Pemeriksaan laboratorium dan radiologi juga akan dilakukan untuk menentukan status kesehatan pasien dan apabila perlu melakukan konsultasi dengan dokter. Ketahui juga terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan di atas untuk mengurangi risiko kegagalan dan memastikan operasi berjalan sesuai dengan keinginan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.