Agnez Mo Ungkap Alasan Suka Lipstik Warna Oranye

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnez Mo menjadi brand ambassador Lakme Indonesia. TEMPO/Nia Pratiwi

    Agnez Mo menjadi brand ambassador Lakme Indonesia. TEMPO/Nia Pratiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai penyanyi, Agnes Monica atau kini populer sebagai Agnez Mo tentu tidak bisa lepas dari makeup di atas panggung. Hal ini membuatnya harus memakai makeup meski sebenarnya tidak terlalu suka wajahnya dirias. Karena itulah ia mencari makeup yang sederhana namun berkualitas.

    “Enggak suka makeup tapi harus makeup kalau di atas panggung. Jadi saya cari makeup yang tidak harus repot-repot double apply, applicationnya susah,” ujar Agnez Mo usai menghadiri Lakme Trend Gala 2018 di Ritz Carlton Jakarta, Rabu, 18 Oktober 2017.

    Artikel terkait:
    Kiat Agnez Mo Memilih Makeup untuk di Panggung
    Bagaimana Membuat Tim Kerja Sukses? Simak Gaya Bunglon Agnez Mo
    Nyanyikan Damn I Love You, Agnez Mo Tampil Memukau

    Agnez Mo mencontohkan untuk lipstik. Dia tidak terlalu senang memakai lisptik, apalagi jika lipstik tersebut berpigmentasi tinggi dan membuat bibir menjadi kering. Sebalknya, jika tidak membuat bibir kering, dia akan nyaman memakainya.

    “Aku nyaman dengan ini, seperti yang aku pakai, walaupun pigmented tapi enggak kering. Biasanya yang pigmented suka kering, tapi ini ada argan oilnya,” ujar penyanyi berusia 31 tahun ini.

    Selain kandungan di dalam lipstik, Agnez Mo punya pertimbangan lain dalam memilih makeup. Dia menyukai warna tangerine atau yang bernuansa oranye, warna retro yang dapat digunakan oleh semua warna kulit.

    “Ada lip pout yang warna tangerine, nail polish, eyeshadow, lip color, aku suka warna yang tangerine, pas aku lihat ini cocok banget, dari semua sudut pandang kayaknya suka,” ujar penyanyi yang baru saja dinobatkan menjadi brand ambassador Lakme Indonesia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.