Senin, 19 November 2018

Alasan Penderita Kanker Harus Menjauhi Gula

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengkonsumsi terlalu banyak gula buruk bagi kesehatan, bukan hanya bagi penderita diabetes tapi juga untuk semua orang. Tapi, pernahkah Anda berpikir bahwa gula juga bisa mempengaruhi sel kanker? Karena itulah penderita kanker disarankan tidak mengkonsumsi gula atau makanan yang manis.

    Para ilmuwan telah menemukan bahwa sel kanker "membangunkan" gula dan membuat tumor lebih agresif. Itulah hasil sebuah penelitian selama sembilan tahun yang dipuji sebagai terobosan penting dalam penelitian kanker.

    Proyek penelitian yang dilakukan oleh Vlaams Instituut voor Biotechnologie (VIB), Katholieke Universiteit Leuven (KU Leuven) dan Vrije Universiteit Brussel (VUB) di Belgia menjelaskan bagaimana efek Warburg, sebuah fenomena di mana sel kanker dengan cepat memecah gula, merangsang pertumbuhan tumor.

    Dikutip dari laman www.boldsky.com, penemuan ini memberikan bukti adanya korelasi positif antara gula dan kanker, yang mungkin memiliki dampak luas pada diet untuk pasien kanker. Fokus dari penelitian adalah efek Warburg, atau pengamatan bahwa tumor mengubah kadar gula dalam jumlah jauh lebih signifikan menjadi laktat dibandingkan dengan jaringan sehat.

    Sebagai salah satu fitur yang paling menonjol dari sel kanker, fenomena ini telah banyak dipelajari, dan bahkan digunakan untuk mendeteksi tumor otak, di antara aplikasi lainnya. Tapi sejauh ini, belum jelas apakah efeknya hanyalah gejala kanker, atau penyebabnya.

    Sementara, penelitian sebelumnya tentang metabolisme sel kanker difokuskan pada pemetaan keanehan metabolisme, penelitian ini menjelaskan hubungan antara penyimpangan metabolik dan potensi onkogenik pada sel kanker.

    Baca juga:
    40 Persen Kasus Kanker di Amerika Disebabkan Obesitas 
    Teh Panas Bisa Picu Kanker, Begini Saran Dokter
    Chelsea Islan Tahu Obat Manjur untuk Kanker Payudara dari Mama

    "Penelitian kami mengungkapkan bagaimana konsumsi gula hiperaktif dari sel kanker mengarah ke lingkaran setan dari stimulasi lanjutan dari perkembangan dan pertumbuhan kanker," kata Johan Thevelein dari VIB-KU Leuven.

    "Jadi, ini bisa menjelaskan korelasi antara kekuatan efek Warburg dan agresivitas tumor. Hubungan antara gula dan kanker ini memiliki konsekuensi," tambah Thevelein. "Hasil kami memberikan dasar bagi penelitian masa depan di domain ini, yang sekarang dapat dilakukan dengan fokus yang jauh lebih tepat dan relevan."

    Penelitian ini menggunakan sel ragi, karena sel-sel ini mengandung protein "ras" yang sama yang biasa ditemukan pada sel tumor dan dapat menyebabkan kanker dalam bentuk yang bermutasi. Menggunakan ragi sebagai organisme model, peneliti mempelajarii hubungan antara aktivitas ras dan metabolisme gula yang sangat aktif pada ragi.

    "Keuntungan utama menggunakan ragi adalah penelitian kami tidak terpengaruh oleh mekanisme peraturan tambahan sel mamalia, yang menyembunyikan proses mendasar yang penting," kata Thevelein.

    "Dengan demikian kita dapat menargetkan proses ini pada sel ragi dan memastikan keberadaannya di sel mamalia," lanjutnya. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.