Tip Hindari Penipuan Kala Belanja Barang Bekas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera SLR manual baru dan bekas di Toko Amir yang masih menjual kamera analog dan film negatif hitam-putih maupun warna di kawasan Stasiun Hall, Bandung, Jawa Barat, 27 Agustus 2014.  Sejumlah hobiis fotografi dari berbagai daerah termasuk Malaysia kerap berburu peralatan ke toko ini. TEMPO/Prima Mulia

    Kamera SLR manual baru dan bekas di Toko Amir yang masih menjual kamera analog dan film negatif hitam-putih maupun warna di kawasan Stasiun Hall, Bandung, Jawa Barat, 27 Agustus 2014. Sejumlah hobiis fotografi dari berbagai daerah termasuk Malaysia kerap berburu peralatan ke toko ini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Barang bekas, atau yang sering disebut preloved, dapat menjadi alternatif dalam belanja sesuatu karena menawarkan harga yang lebih murah untuk produk dengan kualitas yang kurang lebih sama dengan yang baru. Sekarang cara jual beli barang bekas jauh lebih mudah dengan adanya platform online yang dapat memudahkan transaksi.

    Dengan adanya kemudahan belanja secara daring, ada juga risiko penipuan. Banyak pembeli yang ragu untuk membeli barang bekas karena tidak tahu cara melihat kualitas aslinya hanya dari melihat foto. Marcus Tan, presiden dan co-founder belanja daring Carousell, memberikan tip untuk para pembeli agar dapat mengetahui cara melihat kualitas produk preloved yang dijual daring.

    “Tentunya sulit untuk memastikan kualitas hanya dari melihat foto, karena itu kami rekomendasikan ke para pembeli untuk meminta foto lagi dari penjualnya dari sudut yang berbeda,” ujar Marcus di Kafe Paradigma Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Selain meminta foto, Marcus juga merekomendasikan para pembeli untuk menanyakan kondisi produk tersebut secara lebih spesifik dan bila ada pertanyaan lain mengenai produk tersebut untuk diajukan sebelum membeli.

    “Bila harganya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, harus sedikit sinis dan berpikir kalau itu tidak mungkin. Namun bila memang ingin barang tersebut, pastikan untuk bertanya sebanyak mungkin,” lanjut Marcus.

    Tempat belanja daring juga selalu memiliki tip untuk menghindari penipuan. Untuk Carousell, mereka menonjolkan penjual yang paling banyak direkomendasikan dan akun-akun terbaik agar belanja lebih nyaman.

    “Kalau ada masalah atau komplain, Anda bisa menyalurkan via halaman Facebook dan Twitter Carousell,” tertulis di tip membeli barang daring di Carousell agar tidak khawatir ditipu, terutama untuk barang yang ada promosi, perlu dicek secara lebih detail sebelum membeli.

    “Cek soal syarat dan ketentuan yang berlaku di tiap voucher dan kode kupon yang ditawarkan. Jangan sampai Anda tertipu dengan adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan saat membeli suatu barang,” lanjutan tulisan tip dari Carousell. Tip ini akan muncul sebelum pembeli berbincang dengan penjual.

    “Dari hasil survei yang kita lakukan tahun ini, 80 persen puas dengan produk preloved yang mereka beli,” jelas Marcus.

    Dia berharap agar pembeli mengetahui bahwa toko daring seperti Carousell sekarang memiliki cara yang terdepan untuk menghindari penipuan dan meningkatkan kepuasan akan produk preloved. Tidak hanya dengan tim yang terus memperhatikan dan menganalisis produk yang dijual, tapi juga dengan program terbaru yang dapat menilai kualitas dari gambar.

    Baca juga:
    Boros Belanja Makeup, Atasi dengan Cara Berikut
    Belanja Langsung Lebih Baik buat Kesehatan Dibanding Online
    Rumus Beli Sepatu Olahraga

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.