Pemicu Orang Belanja Impulsif, Kesepian sampai Mengikuti Idola

Ilustrasi belanja online. Pexels.com

TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda termasuk orang yang senang berbelanja ketika melihat suatu barang yang sebenarnya tidak perlu atau istilahnya belanja impulsif. Menurut psikolog Anna Margareta Dauhan dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi, ada beberapa ciri pada orang yang senang belanja impulsif. 

Pertama, mereka sangat memperhatikan citra diri, peduli terhadap status dan citra sosial yang positif. Hal ini biasanya terwujud dalam kepedulian akan penampilan dan barang-barang yang digunakan. 

Kedua, mereka kesulitan mengelola dan mengontrol dorongan emosi, yang berujung pada kurangnya kemampuan menahan diri dari godaan belanja. Ketiga, meski tidak mutlak, biasanya mereka tidak terlalu bahagia dengan kehidupan mereka. Kegiatan membeli barang dilakukan agar merasa lebih baik atau paling tidak merasa sedikit senang.

“Biasanya belanja secara impulsif didorong oleh emosi, baik perasaan sedih, bosan, kosong, dan lain-lain. Walaupun demikian, kemudahan membeli, misalnya belanja secara daring atau adanya bazar, juga berpengaruh pada perilaku ini,” papar Anna. 

Belanja impulsif juga disebabkan faktor eksternal, yaitu koneksi antara produk dan konsumen yang biasanya berupa tiga hal, yakni:

1. Koneksi fisik

Yaitu kedekatan seseorang dengan produk yang dirasakan secara langsung, misalnya dengan melihat, menyentuh, dan mencoba barang itu. Adanya koneksi fisik membuat semakin besar dorongan seseorang untuk membelinya.

2. Koneksi temporal

Yaitu kemudahan untuk membeli produk ini segera. Ini yang biasanya terjadi di bazar, promo diskon, atau travel fair. Orang akan berpikir, kapan lagi membeli barang ini dengan harga sekian karena bazar hanya berlangsung beberapa hari, sehingga terdorong membeli saat itu juga.

3. Koneksi sosial

Terjadi ketika kita melihat orang lain memakai barang itu dan kita membandingkan diri dengan orang itu. Endorsement produk untuk para artis idola, misalnya, dapat memicu pembelian produk yang sama karena adanya koneksi sosial ini.

Tidak semua perilaku belanja impulsif mengarah ke gangguan kesehatan mental. Namun perlu diwaspadai jika seseorang belanja impulsif secara berulang-ulang dan dorongan untuk berbelanja tidak terkendali. Hal ini dapat menimbulkan risiko yang besar, misalnya terlibat utang, adanya penimbunan barang, dan timbulnya stres.

“Apabila seseorang merasa hanya mendapatkan kesenangan ketika berbelanja, walaupun sebenarnya tidak memerlukan barang itu, perlu diwaspadai apakah berbelanja menjadi semacam kegiatan penghibur yang dapat mengarah ke adiksi karena kecanduan belanja bisa menjadi salah satu cara seseorang untuk memenuhi kekosongan atau rasa tidak bahagia di hatinya,” Anna memperingatkan.

TABLOIDBINTANG

Baca juga:
Perempuan Lebih Gampang Tergoda Belanja Tak Perlu, Ini Kata Pakar
Matahari Hadirkan Karakter Disney, Marvel dan Star Wars
Di Toko Ini, Ibu Bisa Pakai Barang Dulu Sebelum Membeli






Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

7 hari lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

9 hari lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


Kick Avenue Fair Hadir, Ada Diskon Belanja Hingga 70 Persen

10 hari lalu

Kick Avenue Fair Hadir, Ada Diskon Belanja Hingga 70 Persen

Kick Avenue Fair akan digelar pada 26 September - 26 Oktober 2022. Festival belanja ini tawarkan diskon belanja hingga 70 persen.


Pasar Jaya Terus Siapkan Kenyamanan Berbelanja di Jakarta

15 hari lalu

Pasar Jaya Terus Siapkan Kenyamanan Berbelanja di Jakarta

Revitalisasi pasar di Jakarta tak semata fisik bangunan. Pasar Jaya juga menyiapkan dan membenahi fasilitas lainnya guna memberi rasa nyaman untuk pedagang dan pembeli.


LKPP Klaim Produk UKM Dominasi E-katalog Belanja Barang dan Jasa Pemerintah

20 hari lalu

LKPP Klaim Produk UKM Dominasi E-katalog Belanja Barang dan Jasa Pemerintah

LKPP menyampaikan produk darj penyedia atau pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mendominasi Katalog Elektronik (e-Katalog) belanja pemerintah.


Saatnya Belanja Nyaman dan Bergaransi di Shopee 10.10 Brands Festival

20 hari lalu

Saatnya Belanja Nyaman dan Bergaransi di Shopee 10.10 Brands Festival

18 brand ternama akan mewarnai keseharian pengguna dengan penawaran seperti Gratis Ongkir Semua Toko dan Jumbo Cashback s/d 4 JT.


Shopping Day Awali Kemeriahan Festival Belanja Akhir Tahun

48 hari lalu

Shopping Day Awali Kemeriahan Festival Belanja Akhir Tahun

Temukan sukacita dengan penawaran menarik seperti COD Gratis Ongkir Rp 0, Flash Sale Rp 9.999 dan Belanja Gratis s/d 100RB mulai dari 18 Agustus - 11 September 2022.


Mengungkap Arti Deretan 16 Angka di Kartu Kredit

51 hari lalu

Mengungkap Arti Deretan 16 Angka di Kartu Kredit

Pengguna kartu kredit pastinya tak asing dengan 16 digit angka yang terdapat di kartu kreditnya. Tahukah Anda maknanya?


4 Kiat Mencegah Keinginan Belanja Impulsif

52 hari lalu

4 Kiat Mencegah Keinginan Belanja Impulsif

Perilaku membeli produk secara seketika tanpa pertimbangan kebutuhan bisa saja menandakan belanja impulsif


Sering Mendadak Membeli Barang di Luar Kebutuhan, Apa Itu Belanja Impulsif?

52 hari lalu

Sering Mendadak Membeli Barang di Luar Kebutuhan, Apa Itu Belanja Impulsif?

Perilaku membeli produk secara seketika tanpa pertimbangan kebutuhan bisa saja menandakan belanja impulsif