Senang Menelepon Lama dengan Ponsel, Awas Tumor Otak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan kanker. media.mercola.com

    Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan kanker. media.mercola.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli kesehatan mengingatkan agar tak sering melakukan panggilan atau menerima telepon hingga berjam-jam dengan ponsel karena berisiko memicu munculnya tumor di otak.

    "Di dalam sel ada selaput yang sebenarnya dalam tubuh berfungsi sebagai angkatan bersenjata untuk menekan gen tak normal. Sementara, jika ada tumor, maka dia menekan. Gen tak normal salah satunya karena radiasi ponsel," ujar spesialis bedah saraf dari Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya, dr.Agus C. Anab, SpBS di Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Oleh karena itu, kalau pun terpaksa menelepon dalam jangka waktu relatif lama sebaiknya gunakanlah earphone atau mengaktifkan speaker dari ponsel sehingga tak perlu menempelkan ponsel langsung ke telinga.

    "Gunakan headset, loud speaker, atau agak jauhkan handphone saat menelepon," saran Agus.

    Meski begitu, tak berarti kita bisa menggunakan headset atau earphone sesuka hati karena bisa memicu gangguan pendengaran.

    Artikel lain:
    Denyut Nadi Tidak Konsisten, Awas Stroke
    Dengarkan Denyut Nadimu untuk Deteksi Stroke Sejak Dini
    Daun Jambu Biji Bukan Hanya Pereda Diare, Simak Manfaat Lainnya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.