4 Cara Menyimpan yang Justru Merusak Baju

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Lemari Pakaian. (askmen)

    Ilustrasi Lemari Pakaian. (askmen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyimpan pakaian di lemari memang membutuhkan trik tersendiri agar semua baju maupun celana bisa tertata dengan rapi. Dari sekian banyak trik untuk menyimpan pakaian di lemari, ada beberapa yang justru akan membuat baju rusak.

    Menyimpan baju di lemari butuh tip sendiri. Berikut empat kesalahan menyimpan baju di lemari yang bisa merusak baju dan sebaiknya dihindari.

    1. Menggantung banyak pakaian dengan satu gantungan
    Kesalahan yang satu ini hampir sering dilakukan oleh banyak orang. Menggantung pakaian di satu gantungan memang membuat lemari terlihat lebih lega, namun hal tersebut juga bisa membuat baju kusut karena tertekan baju-baju lainnya.

    2. Salah menggantung celana
    Jika Anda termasuk orang-orang yang suka menggantung celana dengan cara dilipat, mulai sekarang ubahlah kebiasaan tersebut. Cobalah untuk menggantung celana dengan cara dibalik, jadi bagian bawah celana lah yang seharusnya dijepit di gantungan.

    3. Menggantung tanpa kancing
    Ada satu kesalahan lagi yang sering dilakukan banyak orang yaitu menggantung pakaian tanpa mengancingnya. Mulai sekarang cobalah untuk mengancing pakaian yang digantung supaya bentuk pakaianmu tidak berubah.

    4. Salah melipat bra
    Para wanita harus mulai menghindari kesalahan yang satu ini supaya bra tidak mudah rusak. Jika Anda biasa melipat bra menjadi setengah, ubahlah kebiasaan tersebut dengan melipatnya secara utuh, sehingga bra bisa lebih awet.

    TABLOIDBINTANG

    Tip lain:
    5 Kiat Menyimpan Bawang agar Tahan Lama
    Kiat Mengkonsumsi Buah dan Sayur yang Baik, Jangan Dipanaskan
    5 Cara Alami Mengusir Laba-laba dari Rumah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.