Senin, 19 Februari 2018

Orang Indonesia Belum Sadar tentang Menua dengan Sehat

Reporter:

Astari Pinasthika Sarosa

Editor:

Rini Kustiani

Kamis, 12 Oktober 2017 11:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang Indonesia Belum Sadar tentang Menua dengan Sehat

    Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Herbalife Nutrition melakukan survei kepada 6.000 responden di 12 negara di Asia Pasifik pada Maret 2017. Survei yang dilakukan secara online itu berlangsung di Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

    Baca juga:
    Sedikit-sedikit Pakai Ojek, Bikin Cepat Tua Lho
    Tanda-tanda Penuaan, Orang Indonesia Paling Takut Kena Encok

    Hasil survei Herbalife Nutrition tentang kesadaran akan tanda-tanda penuaan itu menunjukkan penduduk Hong Kong dan Thailand paling peduli dengan tanda-tanda penuaan dan mereka sadar pentingnya menjadi tua dengan sehat. Adapun Indonesia, memiliki peringkat yang cukup rendah karena kesadaran akan gaya hidup sehat belum menjadi perhatian utama.

    Kepala Kesehatan dan Nutrisi Herbalife, Dr. John Agwunobi mengatakan dari 500 responden dari Indonesia, sebanyak 90 persen diantaranya mengetahui kalau gaya hidup akan berdampak pada kesehatan mereka. Namun demikian, John Agwunobi melanjutkan, kesadaran itu tidak diikuti dengan upaya yang mencerminkan gaya hidup sehat karena berbagai sebab.

    "Separuh responden beralasan keterbatasan waktu adalah kendala utama untuk menerapkan gaya hidup sehat," ujar John Agwunobi dalam acara Herbalife Nutrition Wellness Tour 2017 di Jakarta. Selain itu, ada responden yang menganggap gaya hidup sehat itu mahal, bahkan ada yang tidak termotivasi untuk menerapkannya.

    John Adwunobi menjelaskan, menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Namun setiap orang bisa menjadi tua dengan cara yang sehat. Dia mengatakan, penuaan yang wajar akan terlihat saat seseorang berusia 40 tahun. Pada usia ini, wajar jika seseorang tak mampu lagi melakukan berbagai kegiatan sebagaimana yang pernah dilakukan sebelum berumur 40. Namun demikian, tak jarang juga ada orang yang masih berumur 20 atau 30 tahun, menghadapi berbagai kendala ketika melakukan sesuatu. Itu tandanya, orang tersebut sudah mengalami percepatan dalam proses penuaan.

    Supaya seseorang tetap bugar di segala usia, John Agwunobi mengatakan ada tiga metode yang bisa dilakukan sejak dini. Pertama, melahap makanan sehat, kedua menjaga aktivitas fisik, dan ketiga melakukan stimulasi otak. "Bila ketiga hal tersebut dijaga, masyarakat dapat menghindari penuaan dini," ucapnya.

    Ihwal makanan, John Agwunobi menyarankan hindari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi, seperti soda, permen, dan segala yang bercita rasa manis. "Tidak perlu untuk berhenti sepenuhnya, tapi kurangi setiap hari sedikit demi sedikit,” katanya. Selain itu, tingkatkan konsumsi protein, sayuran, dan buah-buahan.

    Menjaga aktivitas fisik, menurut John, bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan murah, yakni dengan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. "Tapi bukan jalan yang santai, melainkan jalan cepat untuk melatih otot," ujarnya. Sementara itu, stimulasi otak bisa dilakukan dengan cara bermain dengan anak atau cucu, dan melakukan berbagai kegiatan ringan di rumah, seperti memasak, bebersih, dan menyiram tanaman.

    Artikel lainnya:
    Alpokat dan Pisang Solusi Jantung Sehat? Intip Penelitiannya


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.