Kiat Membentengi Diri dari Penyakit pada Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit. Shutterstock.com

    Ilustrasi sakit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan sudah tiba dan ada berbagai macam penyakit yang perlu dihindari. Makan sehat dan olahraga rutin tentu menjadi solusi yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, karena sibuk, banyak orang yang tidak beristirahat dengan teratur.

    Baca: 2 Penyakit yang Mengancam di Musim Hujan

    “Supaya kita sehat menghadapi musim baru itu, kita perlu fit. Untuk bisa fit, harus makan yang benar, olahraga yang cukup, dan istirahat,” ujar Andam Dewi, Manajer Umum Herbalife Indonesia dalam Wellness Tour 2017 di Jakarta International Expo, Selasa, 10 Oktober 2017.

    Walaupun disibukkan dengan berbagai aktivitas, istirahat juga harus menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan. Menurut Mental Health America, tidur membantu memulihkan energi tubuh, memperbaiki jaringan otot, serta memicu pelepasan hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan nafsu makan. Sistem relaksasi dari sistem saraf adalah stimulator atau pendukung sistem kekebalan tubuh.

    Baca juga: Sering Diare Saat Hujan? Mungkin Anda Pluviophobia, Apa Itu?

    “Istirahat yang baik dan cukup itu terkadang sering dilupakan, apalagi untuk orang yang sibuk. Padahal kurang istirahat akan mengganggu kekebalan tubuh dan membuat orang mudah sakit, apalagi di pergantian musim seperti ini,” ujar Andam.

    Sama seperti berolahraga, jumlah jam tidur yang dibutuhkan bergantung pada usia. Anak-anak berusia prasekolah direkomendasikan tidur selama 11-12 jam. Untuk anak-anak sekolah dasar hingga remaja sekitar 9-10 jam dan orang dewasa 7-8 jam. Lama waktu tidur tersebut adalah waktu yang cukup untuk beristirahat sehari-hari.

    Bukan hanya jam tidur, kualitas tidur sehari-hari juga penting. Kualitas tidur mengacu pada berapa banyak waktu yang dihabiskan pada gerak mata cepat (REM) saat tidur. Mimpi biasanya terjadi saat tidur REM karena otak akan lebih aktif.

    Artikel terkait: Lima Pakaian yang Bisa Jadi Sahabat di Musim Hujan

    REM harus mencapai seperempat dari jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur. Misalnya, orang dewasa yang tidur delapan jam semalam harus menghabiskan total dua jam dalam tidur REM. Tidur yang tidak berkualitas dan tidak cukup akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, sakit kepala, dan depresi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.