Rabu, 19 September 2018

10 Alasan Ibu Harus Melahirkan lewat Operasi Caesar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celine Evangelista. instagram.com

    Celine Evangelista. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Celine Evangelista baru saja melahirkan anak pertamanya dengan Stefan William pada 9 Oktober 2017 lewat operasi caesar. Sebagian orang memilih melahirkan normal, kecuali kalau terpaksa harus melalui bedah caesar karena berbagai alasan. Namun tak sedikit pula yang ingin melahirkan lewat proses caesar karena tak mau merasakan sakit saat melahirkan dengan cara alami.

    Celine melahirkan bayi laki-laki melalui proses persalinan caesar di sebuah rumah sakit. Persalinan caesar aman dilakukan meski memiliki risiko lebih besar dari melahirkan secara normal. Ada alasan medis dan nonmedis yang membuat ibu menjalani persalinan caesar.

    Mengutip Healtline, operasi caesar dapat dijadwalkan oleh dokter sebelum waktu hari perkiraan lahir atau mungkin dilakukan selama masa persalinan karena keadaan darurat. Beberapa alasan medis yang paling umum untuk operasi caesar antara lain

    #Partus lama
    Hampir sepertiga alasan operasi caesar dilakukan karena persalinan normal tak kunjung terjadi dan bayi tidak keluar setelah 20 jam, bayi yang terlalu besar untuk jalan lahir, lambatnya penipisan leher rahim, dan kehamilan kembar sehingga bisa memperlambat persalinan. Dalam kasus ini, dokter mempertimbangkan operasi caesar untuk menghindari komplikasi.

    #Posisi tidak normal
    Agar melahirkan dengan lancar, bayi harus diposisikan terlebih dulu di dekat jalan lahir. Tapi terkadang bayi berputar, memposisikan kaki atau pantat mereka ke arah jalan lahir, yang dikenal sebagai sungsang. Posisi lainnya adalah bahu atau bagian samping yang dikenal sebagai kelahiran melintang. Operasi caesar adalah cara yang paling aman untuk melahirkan dalam kasus ini, terutama untuk ibu dengan kehamilan kembar.

    #Gawat janin
    Dokter akan memilih untuk melahirkan melalui operasi caesar darurat jika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.

    #Cacat lahir
    Untuk mengurangi komplikasi persalinan, dokter akan memilih untuk melahirkan bayi yang didiagnosis dengan cacat lahir tertentu, seperti kelebihan cairan di otak atau penyakit jantung bawaan, melalui operasi caesar untuk mengurangi komplikasi persalinan.

    #Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya
    Sekitar 90 persen wanita yang telah menjalani operasi caesar dapat melahirkan secara vaginal untuk kelahiran berikutnya, menurut American Pregnancy Association. Ini dikenal sebagai kelahiran normal setelah operasi caesar (VBAC). Ibu harus berbicara dengan dokter mereka untuk memutuskan apakah VBAC atau operasi caesar kembali sebagai pilihan terbaik dan teraman.

    #Kondisi kesehatan kronis
    Ibu dapat melahirkan melalui operasi caesar jika mereka hidup dengan kondisi kesehatan kronis tertentu, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes gestasional. Persalinan normal dengan salah satu kondisi ini dapat membahayakan ibu. Dokter juga akan menyarankan operasi caesar jika ibu mengidap HIV, herpes genital, atau infeksi lain yang dapat berpindah pada bayi melalui persalinan normal.

    #Prolaps tali pusat
    Tali pusat masuk melalui serviks sebelum bayi lahir, disebut juga prolaps tali pusat dan dapat mengurangi aliran darah ke janin sehingga membahayakan kesehatan bayi. Meskipun jarang terjadi, prolaps tali pusat adalah kondisi serius yang memerlukan persalinan caesar darurat.

    #Disproporsi Cephalopelvic (CPD)
    CPD adalah kondisi panggul ibu yang terlalu kecil untuk melahirkan bayi secara normal atau jika kepala bayi terlalu besar untuk jalan lahir. Dalam kedua kasus tersebut, bayi tidak bisa melewati vagina dengan aman.

    #Masalah plasenta
    Dokter akan melakukan operasi caesar bila plasenta terletak rendah sebagian atau seluruhnya menutupi serviks (plasenta previa). Caesar juga diperlukan bila plasenta terpisah dari lapisan rahim dan menyebabkan bayi kehilangan oksigen (abrupsi plasenta). Menurut American Pregnancy Association, plasenta previa terjadi pada satu dari setiap 200 wanita hamil. Sekitar satu persen wanita hamil mengalami abrupsi plasenta.

    #Hamil kembar
    Hamil kembar dapat menimbulkan risiko yang berbeda selama kehamilan dan menyebabkan persalinan yang berkepanjangan, yang bisa membuat ibu tertekan. Satu atau lebih bayi mungkin juga berada dalam posisi abnormal. Operasi caesar adalah cara teraman untuk persalinan.

    Artikel terkait:
    Celine Evangelista Operasi Caesar, Ikuti 5 Cara Pemulihannya
    Celine Evangelista Lahiran, Stefan William Beri Pujian Romantis
    Nama Bayi Celine Evangelista dan Stefan William Masih Rahasia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.