Celine Evangelista Operasi Caesar, Ikuti 5 Cara Pemulihannya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stefan William dan Celine Evangelista. instagram.com

    Stefan William dan Celine Evangelista. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Melahirkan adalah momen bersejarah buat setiap orang, Ibu akhirnya bisa bertemu dengan bayi yang telah kandung selama sembilan bulan terakhir. Namun memiliki bayi juga bisa melelahkan, terutama jika ibu menjalani persalinan caesar, seperti yang dialami Celine Evangelista yang baru saja melahirkan anak pertamanya dengan Stefan William.

    Baca juga:
    Nama Bayi Celine Evangelista dan Stefan William Masih Rahasia

    Ibu yang menjalani persalinan caesar memerlukan lebih banyak waktu untuk pulih dibandingkan dengan persalinan normal. Mengutip Healtline, berikut ini lima saran untuk mempercepat masa pemulihan setelah operasi sesar:

    1. Banyak istirahat
    Operasi caesar merupakan salah satu operasi besar, sama seperti dengan operasi lainnya. Ibu akan dirawat di rumah sakit selama tiga sampai empat hari setelah persalinan atau bahkan lebih lama jika mengalami komplikasi. Tubuh akan sepenuhnya pulih sekitar enam minggu kemudian.

    2. Hati-hati menggerakkan tubuh
    Sebaiknya tidak terlalu sering naik turun tangga, hindari mengangkat sesuatu yang lebih berat, saat bersin atau batuk, pegang perut untuk melindungi luka sayatan operasi. Beberapa Ibu membutuhkan waktu sampai delapan minggu untuk bisa beraktivitas seperti biasa.

    Tanyakan kepada dokter Anda kapan sebaiknya berolahraga, kembali bekerja, menyetir dan berhubungan intim. Hindari olahraga berat, tapi perbanyaklah jalan perlahan. Gerakan ini dapat mengembalikan kebugaran tubuh, mencegah sembelit dan pembekuan darah.

    Sama seperti Anda menjaga kesehatan fisik, jangan lupakan kesehatan emosional. Memiliki bayi bisa memunculkan perasaan yang tak pernah diduga. Jangan abaikan jika Ibu merasa lelah, sedih, atau kecewa. Ceritakan perasaan Ibu kepada pasangan, orang tua, sahabat, atau konselor.

    3. Ringankan rasa sakit dengan obat-obatan
    Tanyakan kepada dokter obat pereda sakit yang dapat diminum, terutama jika Ibu menyusui. Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri atau menyarankan Ibu untuk menggunakan NSAID over-the-counter (Advil, Motrin) atau acetaminophen (Tylenol). Selain obat, Ibu bisa menggunakan kompers hangat untuk menghilangkan ketidaknyamanan di sekitar titik pembedahan.

    4. Perhatikan nutrisi
    Tidak hanya saat hamil, setelah melahirkan pun Ibu harus memperhatikan nutrisi makanan dan minuman. Jika menyusui, Ibu tetap menjadi sumber gizi utama bagi bayi. Riset menunjukkan mengkonsumsi sayuran saat menyusui dapat memberikan rasa lezat pada ASI dan menstimulasi anak suka makan sayuran seiring pertumbuhannya. Jangan lupa banyak minum, terutama air putih. Ibu butuh cairan ekstra untuk meningkatkan pasikan ASI dan untuk menghindari sembelit.

    5. Waspadai gejala berikut
    Ibu mungkin merasakan nyeri pada sayatan, pendarahan, atau keputihan sampai enam minggu setelah operasi caesar. Kondisi itu normal. Tapi jika muncul beberapa gejala berikut, maka Ibu harus berkonsultasi ke dokter karena menandakan terjadi infeksi:
    - kemerahan, bengkak, atau nanah keluar dari tempat sayatan
    - sakit di sekitar area operasi
    - demam lebih dari 38 derajat celcius
    - bau busuk dari keputihan
    - perdarahan vagina yang berat
    - kemerahan atau bengkak pada kaki
    - kesulitan bernapas
    - sakit dada
    - sakit di payudara

    Juga hubungi dokter jika Ibu merasa sedih dan suasana hati tidak bersemangat, terutama jika Ibu berpikir untuk menyakiti bayi. Perlu diingat, jika ada teman atau kerabat yang menjalani persalinan sesar, cobalah untuk tidak membandingkan diri dengannya. Setiap wanita yang mengalami operasi ini berbeda. Fokus pada penyembuhan diri sendiri sekarang dan berikan tubuh waktu untuk kembali normal.

    Artikel terkait:
    Celine Evangelista Lahiran, Stefan William Beri Pujian Romantis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.