Bahaya Mata Minus Tinggi pada Ibu yang Melahirkan, Retina Lepas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu hamil dengan mata minus tinggi disarankan untuk memeriksakan retina mata sebelum melahirkan. Pasalnya, retina rentan mengalami penipisan akibat minus tinggi.

    Menurut dokter spesialis mata Rita Polana, retina akan melebar ke arah samping akibat minus tinggi. "Jika terjadi penipisan, kapan saja retinanya bisa sobek dan menyebabkan kebutaan," ujar dokter yang praktik di rumah sakit Pondok Indah, Jakarta, ini.

    Khusus ibu hamil, proses melahirkan wajib diwaspadai. "Yang berbahaya adalah ketika ngeden karena retina stretching dan bisa menyebabkan pelepasan retina," imbuhnya.

    Solusinya adalah dengan fotokoagulasi laser, teknik terapi menggunakan energi cahaya untuk mengumpulkan jaringan. "Istilahnya lubang retina ini akan terpatri dengan teknik ini," ucapnya menjelaskan.

    Rita juga mengingatkan mereka yang memiliki minus di atas 6, sebaiknya rutin memeriksakan kondisi retina. Waspadai pula jika minus cenderung bertambah 0,5-1 per tahun. Kondisi ini bisa disebut minus progresif, artinya risiko mengalami penipisan retina cenderung tinggi pula.

    Pengidap diabetes juga wajib periksakan mata karena berisiko tinggi mengalami retinopati diabetik (komplikasi mata pada penderita diabetes).

    "Retinopati diabetik pasti terjadi pada kondisi diabetes yang tidak terkontrol selama setahun, sedangkan 80 persen penderita yang kondisi diabetesnya terkontrol selama 15 tahun, pasti mengalami retinopati diabetik," kata Rita menerangkan.

    TABLOID BINTANG

    Artikel lain:
    Cara Mudah Mendapatkan Magnesium dari Makanan
    Riset: Belajar Bahasa Asing Bermanfaat bagi Kesehatan
    Anak Usia Dini Sering Dehidrasi, Waspadai Pertumbuhan Otaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.