Swaddle Bath, Metode Mandi yang Nyaman buat Bayi Baru Lahir

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi mandi. feelhealthylife.com

    Ilustrasi bayi mandi. feelhealthylife.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi yang baru lahir dianjurkan untuk mandi paling lama satu hari atau 24 jam setelah lahir. Untuk memudahkan pengalaman mandi pertama si kecil, para ibu bisa mencoba metode swaddle bath.

    Baca juga:
    Idealnya, Berapa Kali Bayi Mandi
    Aturan Memandikan Bayi Prematur

    Kapan Bayi Baru Lahir Boleh Mandi Pakai Sabun dan Sampo?

    Metode swaddle bath dilakukan dengan membalut longgar tubuh bayi dengan selimut. Kemudian rendam bayi hingga bagian bahu ke dalam air hangat dengan suhu sekitar 35 derajat celcius. Swaddle bath berlangsung sekitar 5-10 menit. Buka balutan selimut dengan perlahan untuk membersihkan bagian perut, tangan, dan kaki bayi. Setelah selesai, balut kembali dengan selimut.

    Metode mandi bayi swaddle bath dikenalkan oleh UC Health Poudre Valley Hospital di Colorado, Amerika Serikat, ini membuat bayi rileks. Bahkan kebanyakan bayi tertidur ketika dimandikan. "Ketika mandi dengan spons, bayi cenderung menangis lalu menimbulkan suasana yang cukup dramatis bagi orang tua dan bayi," kata suster Edna Sailer dari UC Health Poudre Valley.

    Ilustrasi bayi mandi. viewpoints.com

    Berdasarkan penelitan dari staf rumah sakit, hanya sekitar 38 persen bayi menangis ketika menjalani swaddle bath. Sedangkan, 93 persen bayi menangis ketika dimandikan dengan spons.

    Dikutip dari laman UC Health, bayi tidak perlu dimandikan setiap hari, melainkan cukup 2-3 kali seminggu. "Mandi setiap hari bisa menyebabkan iritasi kulit dan mengurangi kelembapan alami kulit bayi. Cukup lap organ vital dan anus dengan air hangat setiap kali ganti popok, dan cuci wajah serta leher anak setiap selesai makan dengan air hangat," ucap Edna.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.