Debu di Dalam Rumah Bikin Gemuk, Kok Bisa?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang tamu. Shutterstock

    Ilustrasi ruang tamu. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Debu rumah yang mengandung senyawa polutan dapat berperan dalam pertumbuhan sel-sel lemak. Peneliti dari American Chemical Society telah menemukan bahwa senyawa yang disebut endocrine-disturben chemicals (EDC) dan ditemukan pada debu rumah dapat memacu sel-sel lemak untuk menimbun lebih banyak lemak dan membikin gemuk.

    EDC adalah senyawa sintetis atau alami yang bisa meniru hormon tubuh. Bukti dari penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa paparan EDC dapat menyebabkan kenaikan berat badan di kemudian hari. EDC biasanya ditemukan pada barang konsumen dan akhirnya menjadi debu dalam ruangan.

    Debu rumah kemudian terhirup, tertelan, dan diserap melalui kulit. Diperkirakan setiap hari anak-anak terpapar oleh 50 miligram debu rumah, begitu menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat.

    Para peneliti mengumpulkan sampel debu dalam ruangan dari 11 rumah di Carolina Utara, Amerika Serikat. Tujuh dari 11 sampel debu memicu sel lemak berkembang menjadi sel lemak matang dan menumpuk di trigliserida. Hanya satu dari sampel debu yang tidak memberikan efek apapun.

    Di salah satu dari 44 kontaminan debu rumah yang diuji, zat yang biasa ditemukan pada plastik ternyata memiliki efek penghasil lemak terkuat. Demikian seperti dilansir Independent.

    Artikel kesehatan lain:
    Cegah Kanker Payudara dengan Mengindari Makanan Ini
    Uring-uringan Sebelum Menstruasi, Atasi dengan Makanan Ini
    Cara SADARI, Periksa Payudara Sendiri Deteksi Kanker Payudara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.