Perencanaan Keuangan Keluarga buat Pengantin Baru

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menikah, Anda dan pasangan mesti berunding ihwal segala kebutuhan rumah tangga. Anda harus mengalokasikan anggaran untuk membeli rumah kendaraan, juga untuk belanja harian atau bulanan, tagihan air dan listrik, serta persiapan biaya jika akan punya anak. Belum lagi anggaran untuk kejadian tak terduga seperti rumah bocor.

    Baca juga:
    Generasi Milenial, Apa Sih Kelebihannya?
    Boros Belanja Makeup, Atasi dengan Cara Berikut
    Dapat Gaji, Ikuti Panduan Anggaran Berbasis Persentase

    Mengutip laman NerdWallet, berikut ini tip merencanakan anggaran bagi pasangan yang sudah menikah, khususnya para pengantin baru.

    1. Alokasikan dana darurat
    Terlepas dari banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan, dari sekarang mulailah menabung untuk dana darurat. Anda dan pasangan dapat mengalokasikan dana darurat sedikit demi sedikit setiap bulan dan lama-kelamaan jumlahnya akan semakin banyak. Dana darurat ini bermanfaat jika terjadi sesuatu yang tak terduga, misalnya kecelakaan atau ada barang rusak

    2. Tetapkan satu tujuan
    Anda dan pasangan juga bisa merencanakan keuangan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam periode tertentu. Misalnya, Anda dan pasangan ingin liburan ke luar negeri lima tahun lagi. Artinya, Anda dan pasangan harus mulai menabung dari sekarang dan memperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan.

    3. Kebutuhan anak
    Pengantin baru yang ingin segera punya anak mesti mengalokasikan dana untuk kelahiran dan membeli berbagai perlengkapan calon bayi. Jangan lupa juga tabungan pendidikan yang sebaiknya dicicil dari kecil serta asuransi kesehatan untuk anak.

    4. Asuransi
    Pilih asuransi yang bisa memenuhi perlindungan untuk semua anggota keluarga. Mulai asuransi kesehatan, pendidikan, hingga tabungan hari tua.

    5. Rencana pensiun
    Usia selalu bertambah. Anda dan pasangan akan beranjak dari sebuah keluarga muda hingga menjadi keluarga dengan anak-anak yang sudah dewasa, lalu pensiun. Saat pensiun, jangan mengandalkan anak untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Karena itu, Anda dan pasangan harus memiliki tabungan hari tua atau kegiatan ringan yang dapat dilakukan para lansia.

    NAWIR ARSYAD AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.