Jaga Berat Badan, Obesitas Sebabkan 13 Jenis Kanker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 40 persen dari seluruh penyakit kanker di Amerika Serikat, atau lebih dari 630.000 secara total, berhubungan dengan kelebihan berat badan.

    Di sebuah negara tempat 71 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, penemuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDCP) Amerika Serikat itu menjadi perhatian, begitu ujar direktur badan itu, Brenda Fitzgerald.

    "Mayoritas orang dewasa AS memiliki berat badan lebih dari yang direkomendasikan dan kelebihan berat badan atau obesitas membuat orang berisiko lebih tinggi terkena sejumlah penyakit kanker," katanya.

    "Dengan berupaya atau terus menjaga berat badan yang sehat, kita semua dapat memainkan peran dalam pencegahan penyakit kanker," tambahnya.

    Kelebihan berat badan terbukti meningkatkan risiko terkena 13 jenis tumor, termasuk kanker kerongkongan, tiroid, payudara pascamenopause, kantong empedu, perut, hati, pankreas, ginjal, ovarium, rahim, kolon, dan rektum.

    Tingkat kanker yang disebabkan oleh kelebihan berat badan dan obesitas tersebut meningkat, berbeda dengan tingkat kasus kanker baru secara keseluruhan yang menurun sejak 1990-an.

    Kanker usus besar adalah satu-satunya jenis kanker akibat kelebihan barat yang tingkatnya menurun dari 2005-2014, turun 23 persen, ungkap laporan itu. Kanker lainnya yang terkait dengan berat badan meningkat tujuh persen dalam dekade tersebut.

    Artikel lain:
    Jaga Kadar Glikemik dan Gula Darah dengan Nasi Merah
    Bahaya Nasi yang Dipanaskan di Rice Cooker, Ini Penjelasan Dokter
    Mual, Lakukan Langkah Berikut dan Jangan Meremas Perut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.