Jaga Kadar Glikemik dan Gula Darah dengan Nasi Merah

Reporter

Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Nasi putih adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu, tak sedikit pula orang yang mengkonsumsi nasi merah karena dianggap lebih sehat.

Berbeda dengan nasi putih, nasi merah berasal dari beras yang setengah digiling atau hanya diproses dengan cara menghilangkan sekam saja tanpa dipoles sampai menjadi menjadi putih. Untuk alasan ini, beras merah mengandung serat lebih banyak daripada yang putih sekaligus sumber antinutrien seperti asam fitat, dan mungkin mengandung logam berat tingkat tinggi jika ditanam di daerah yang tercemar.

Mengkonsumsi nasi putih mungkin memiliki efek buruk pada keseimbangan gula darah. Di sisi lain, nasi merah umumnya dianggap sebagai makanan rendah glikemik sehingga berefek menguntungkan untuk mengontrol gula darah.

Selain menyediakan energi dan nutrisi dasar, tak ada lagi manfaat nasi putih. Di lain pihak, konsumsi nasi merah secara teratur bisa bermanfaat, salah satunya untuk kesehatan jantung.

Studi observasional telah menghubungkan konsumsi biji-bijian dengan risiko kematian akibat penyakit jantung. Studi itu melibatkan 86.190 orang pria selama 5,5 tahun.

Hasil studi memperlihatkan bahwa mereka yang mengkonsumsi satu porsi atau lebih sereal gandum setiap hari berisiko 20 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular daripada mereka yang tidak pernah atau jarang mengkonsumsi biji-bijian.

Studi lain yang melibatkan 75.521 orang wanita selama 10 tahun menemukan konsumsi nasi merah berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 30 persen. Biji-bijian utuh juga memiliki efek menguntungkan pada berat badan dan diabetes, yang terkait erat dengan penyakit kardiovaskular.

Ingatlah bahwa semua penelitian ini bersifat observasional dan hanya menunjukkan hubungan antara biji-bijian dan kesehatan, namun tidak dapat membuktikan penyebabnya. Satu hal yang jelas, nasi merah mengandung sejumlah komponen sehat untuk jantung, seperti mineral, antioksidan, lignan, dan serat makanan. Demikian seperti dilansir laman Medical News Today.

Baca juga:
Remaja Tersedak Jarum Pentul Saat akan Pakai Jilbab
Dokter Minta Pengguna Jilbab Jangan Gigit Jarum
Pentingnya Foreplay saat Berhubungan Seks. Jangan Langsung Hajar






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

2 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

10 jam lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

2 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

3 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

5 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.